Forphil Unjukrasa Minta Ketua LAM Lingga Mundur
LINGGA - Merasa tak digubris aspriasinya dan tak puas dengan sikap pemerintah Lingga terhadap ormas LAM Lingga, Forum Pemuda Hinterland Lingga (Forphil) kembali menggelar unjuk rasa digedung pemerintahan kabupaten Lingga.
Puluhan masa dengan spanduk berorasi "Turunkan Ketua LAM" mendatangi sejumlah dinas yang ada di Daik, Ibukota kabupaten Lingga, Rabu (10/12/2014).
Siswandi, koordinator lapangan (korlip) sekaligus ketua Forphil mengatakan, yang membuat kami kembali mengunjuk rasa terhadap pemerintah dan Lembaga Adat Melayu (LAM) adalah mempertanyakan tuntutan yang pernah kami sampaikan sebelumnya.
Diantaranya adalah menuntut ketua LAM segera di gantikan. Pasalnya, peran aktif dan fungsi LAM yang dipercayakan untuk menjaga marwah masyarakat melayu di Lingga tidak dilaksanakan semestinya.
”Kita juga minta pemerintah menghentikan bantuan kepada LAM Lingga, serta segala aktifitas ormas LAM tidak menggunakan fasilitas pemerintah dan mencabut plang nama organisasi di situs istana Damnah, juga meminta Gubernur Kepulauan Riau menghentikan bantuan kepada LAM Lingga.”jelasnya
Kemudian dilanjutkannya lagi ke situs Istana Damnah yang dipugar dan semenisasi.
Sebagai ikon dan juga merupakan Kawasan Setrategis Nasional (KSN) yang dipugar Batu Sangkar 2013 lalu. Siswandi mengatakan, seharusnya LAM yang diberikan peran penuh memperjuangkan marwah terlebih kepada peninggalan sejarah.
”LAM sudah diberi amanah, malah melakukan pembiaran. Menjadi budak pemerintah, bukannya memperjuangkan apa yang menjadi tugas dan fungsi mereka. Jadi kami minta segera ganti ketua LAM. Peran dan fungsi harus jelas.”tegas Siswandi.

