Bebas Visa Jepang Belum Pengaruhi Pariwisata Batam

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 5 Januari 2015 09:50 WIB dengan kategori Batam dan sudah 937 kali ditampilkan

Kebijakan pemerintah pusat untuk memberikan bebas visa bagi wisatawan asal Jepang belum mempengaruhi pariwisata Kota Batam Kepulauan Riau yang masih didominasi turis dari Singapura dan Malaysia.



Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Guntur Sakti di Batam, Minggu, mengatakan tidak ada peningkatan kunjungan wisman asal Jepang ke Batam sejak pemerintah menerapkan kebijakan bebas visa beberapa bulan lalu.



Menurut dia, Jepang memang bukan pangsa pasar industri pariwisata Batam dan kabupaten kota lain di Kepulauan Riau, karena belum ada penerbangan langsung dari Negeri Matahari Terbit itu.



"Berlakunya bebas visa Jepang, bukan jaminan wisman Jepang akan datang berbondong-bondong ke sini. Karena bukan hanya faktor itu, ada daya tarik, keamanan, kenyamanan, dukungan infrastruktur," kata Guntur.   



Meskipun menjadi pintu gerbang kedatangan wisman ke tiga terbesar di Indonesia, namun infrastruktur kedatangan wisman ke Batam sangat terbatas.


"Batam mengandalkan pintu masuk dari transportasi laut, sehingga pangsa pasar terbesar dari Singapura dan Malaysia. Di luar itu tidak ada penerbangan langsung," kata dia.



Padahal Bandara Hang Nadim di Batam merupakan bandar udara internasional dengan landasan pacu yang panjang dan lebar, cukup untuk melayani pesawat-pesawat ukuran besar.



Kebijakan pemberian bebas visa bagi wisman tidak akan memberikan banyak dampak positif, kecuali pemerintah melengkapi Batam dengan infrastruktur dan lainnya.



"Persoalannya bebas visa belum bisa memberikan jaminan penambahan angka wisman. Salah satu kemudahan datang ke Indonesia, iya," kata dia.



Ia berharap pemerintah menerapkan kebijakan sektor pariwisata secara menyeluruh. Bukan hanya aspek keimigrasian, namun pembenahan infrastruktur, destinasi, keamanan.



Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepriulauan Riau menargetkan sebanyak 2.088.158 orang wisatawan mancanegara mengunjungi daerah itu sepanjang tahun 2015, jauh di bawah target yang diberikan pemerintah pusat sebanyak 2,2 juta atau naik 20 persen.



"Target naik 20 persen itu sakit. Tapi itu menjadi target optimis kami, komitmen kami," kata Guntur.



Target moderat 2.088158 orang wisman itu meningkat sekitar delapan persen dari target tahun 2014 sebanyak dua juta kunjungan wisman.



Selain target moderat, Pemprov Kepri juga menggunakan target konstan, atau kira-kira sama dengan capaian kunjungan wisman sepanjang 2014, yaitu sekitar 1,9 juta kunjungan.



Untuk Kota Batam kunjungan wisman 2015 ditargetkan sebanyak 1.512.000 kunjungan  wisman atau naik delapan persen dari tahun lalu, Kabupaten Bintan, 357.158 kunjungan (10 persen), Karimun 115.000 kunjungan (15 persen) dan Tanjungpinang 104.000 kunjungan (4 persen).



Sedangkan target optimis Kota Batam sebanyak 1.696.406 kunjungan, Kabupaten Bintan 389.627 kunjungan, Kota Tanjungpinang 119.266 kunjungan dan Kabupaten Karimun 221.452 kunjungan.



Target konstan Kota Batam 1.413.672 kunjungan, Bintan 324.689 kunjungan, Tanjungpinang 99.388 kunjungan dan Karimun 101.210 kunjungan.(Antara)