Jokowi Diminta Tidak Buru-buru Menetapkan Kapolri Baru

Diterbitkan oleh pada Senin, 12 Januari 2015 09:48 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 882 kali ditampilkan

Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring ICW Emerson Yuntho mengatakan Jokowi terkesan terburu-buru mengirim nama Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai satu-satunya kandidat Kapolri ke Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat.

 

Padahal, menurut Emerson, tidak ada alasan mempercepat seleksi lantaran Kapolri saat ini karena masa tugas Jenderal Sutarman baru akan habis pada Oktober mendatang. 

"Jangan-jangan Pak Jokowi mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu," ujar Emerson di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad, 11 Januari 2015. "Bukan hanya sekali ini saja Jokowi mengingkari janjinya," kata Emerson. Saat memilih Jaksa Agung, Jokowi juga tidak menjunjung tinggi asas integritas.

Jokowi langsung menunjuk politikus NasDem Muhammad Prasetyo sebagai orang nomor satu di korps Adhyaksa tanpa melalui penelusuran rekam jejak di KPK dan PPATK.

Nama Budi Gunawan disebut-sebut sebagai salah satu perwira yang memiliki rekening gendut. Majalah Tempo pada Juni 2010 lalu menulis rekening gendut polisi. Dalam laporan itu disebutkan kekayaan Budi Gunawan mencapai Rp 54 miliar.

 

Budi dituduh bertransaksi dalam jumlah besar sehingga tidak sesuai dengan profil ekonominya. Bersama anaknya, Budi disebut membuka rekening. Masing-masing menyetor Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.