Pembangunan Berbasis Maritim Terus Didorong
Kementerian Perindustrian mendorong pembangunan industri berbasis maritim, karena Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan industri itu.
"Kekuatan inilah yang merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia sehingga dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam paparannya pada acara Munas XV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.
Menperin menegaskan, industri maritim yang akan dikembangkan pada periode 2015-2019, yaitu Industri Rumput Laut, Industri Pengolahan Ikan, Industri Galangan Kapal dan Industri Garam. Menperin juga menjelaskan mengenai potensi dan program pengembangan yang dilaksanakan oleh Kemenperin pada masing-masing industri tersebut.
"Pertama, industri rumput laut nasional yang terdiri atas 25 unit usaha berskala besar telah mampu menyerap sebanyak 3.100 orang tenaga kerja dan memberikan kontribusi nilai investasi sebesar 170 juta dolar AS," ujar Menperin.
Selain itu, tambahnya, industri rumput laut nasional telah memiliki kapasitas terpasang sebesar 33 ribu ton dengan kemampuan produksi 20 ribu ton/tahun, sehingga menghasilkan utilisasi sebesar 60 persen.
Kemenperin terus melakukan berbagai program pengembangan industri rumput laut nasional, antara lain meningkatkan pasokan bahan baku rumput laut, meningkatkan kemitraan dan integrasi antara sisi hulu dan sisi hilir, serta pengembangan sarana dan prasarana industri pengolahan hasil laut antara lain melalui bantuan mesin/peralatan pengolahan hasil laut ke daerah-daerah. (ANT)

