PKS Karimun Rihlah Keluarga di Pantai Timun
KARIMUN-Selepas hiruk-pikuk Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu dan pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 9 Juli lalu, keluarga besar Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Karimun, menggelar Rihlah, Minggu (25/1).
Obyek wisata Pantai Timun di Kecamtan Kundur Barat Kabupaten Karimun menjadi tujuan rihlah (piknik) simpatisan dan kader PKS se-kabupaten Karimun. Program rihlah atau piknik bersama memang menjadi rutinitas di kalangan kader PKS, minimal menyelenggarakannya enam bulan sekali.
adi ada atau tidak ada pemilu, acara rihlah tetap diadakan, tempat dan acaranya disesuaikan dengan kondisi keuangan kas struktur DPC dan para kader.
Untuk rihlah periode 2015 ini, PKS Karimun menyelenggarakannya pasca pileg dan pilpres. Tercatat di panitia pesertanya adalah 500-an orang, terdiri dari kader, simpatisan, saksi, relawan dan keluarganya masing – masing. Panitia menyediakan snack, menyediakan makan siang serta berbagai hadiah yang telah disiapkan oleh panitia.
Ketua DPD PKS Karimun H.Muhammad Taufiq dalam mengatakan dengan rihlah keluarga ini diharapkan semua kader PKS terlepas dari semua ketegangan selama Pileg dan pilpres kemarin, sehingga lebih fres lagi dalam kerja-kerja dakwah kedepan nantinya. Kegiatan ini dihadiri kader Karimun dan pulau Kundur berbaur menjadi satu mengikuti kegiatan rihlah tersebut.
"Selain itu juga, kita ingin memanusiakan juga diri kita dengan hiburan dan canda serta tawa yang menyehatkan" demikian Pak haji Taufiq, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut Taufiq mngungkapkan Rihlah bersama keluarga tersebut merupakan kegiatan yang sangat diperlukan. Hari juga sebagai berkumpulnya para kader juga keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak. Dengan rihlah tersebut akan memupuk kembali soliditas kader dan keluarga besar. Makanya PKS mengusung tema "Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluraga".
“Sebagai suami dan ayah, memiliki posisi sebagai kepala keluarga, pendidik anak dengan keteladanan, amalan dan pengawasan. Ia juga berperan memberikan nafkah keluarga, memberikan pendidikan yang baik kepada istri, menjadi pemimpin, pembimbing dan pemelihara keluarga dengan penuh tanggung jawab, serta terlibat dalam pengasuhan anak dan perawatannya,” katanya.
“Sedangkan sebagai istri dan ibu, maka dia memiliki posisi sebagai pendamping suami dan pendidik anak. Dan dia memiliki peran menghormati suami serta mentaatinya, menjaga kehormatan keluarga, menjaga dan mengatur nafkah suami untuk mencukupi kebutuhan keluarga, mengatur dan mengurusi rumah tangga dan menjadi madrasah bagi anak-anaknya,” pungkasnya.
Pentingnya keharmonisan keluarga yang paling berpengaruh buat pribadi dan masyarakat adalah pembentukan keluarga serta komitmennya pada kebenaran. Allah SWT dengan hikmahNya telah mempersiapkan tempat yang mulia buat manusia untuk menetap dan tinggal dengan tenteram di dalamnya.

