KM Bukit Raya Kembali Dioperasikan ke Anambas dan Natuna

Diterbitkan oleh pada Senin, 26 Januari 2015 10:00 WIB dengan kategori Tanjungpinang dan sudah 2.202 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Pasca berhenti beroperasinya 4 unit kapal perintis beberapa pecan terakhir, terjadi kekosongan sarana angkatan laut dan menyebabkan mobilitas orang dan barang terkendala.

 

Melihat hal ini, Pemerintah Pusatpun memenuhi janjinya kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mengoperasikan Kapal Motor yang selama ini dikelola PT. PELNI, yakni KM.Bukit Raya. Kebijakan ini sangat dinantikan masyarakat terutama warga Kepulauan Anambas dan Natuna.



Kapal Motor Bukit Raya milik PT.PELNI telah diberangkatkan dari Pelabuhan Sri Baintan Kijang Bintan Timur, minggu kemaren (25/1). Kapal ini mengangkut sejumlah penumpang dan barang kebutuhan masyarakat menuju ke Kepulauan Anambas , Natuna, hingga ke Pontianak , Kalimantan Barat. Beroperasinya KM. Bukit Raya ini guna mengatasi kekosongan rute angkutan yang selama ini di isi 4 unit kapal perintis.



Sekretaris Komisi 3 DPRD Provinsi Kepri,yang juga legislator daerah pemilihan natuna anambas, Sophian Samsir berharap kementerian perhubungan mempertahankan rute kapal yang dirubah sesuai permintaan Pemprov. kepri . Jika sebelumnya setelah sampai di Pontianak, KM. Bukit Raya selanjutnya menuju Tanjungperak, Surabaya dan Tanjungperiok, Jakarta.Namun kali ini kapal tersebut akan kembali lagi ke Kijang, Bintan dengan melewati Natuna dan Anambas.

 


Sophian Samsir mengatakan, saat ini masih banyak calon penumpang yang tertahan di Tanjungpinang yang hendak menuju ke Kepulauan Anambas dan Natuna.


 

“Nanti kalau udah di Pontianak, KM.Bukit Raya langsung ke Kijang, gak ke Tanjungpriok lagi” Jelasnya

 


Selain KM. Bukit Raya, Kementrerian Perhubungan juga mengerahkan KM. Lawid untuk mencegah terjadinya kelangkaan sembako di Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas.

 

 

Kepala Dinas Perhubungan, Provinsi Kepri , Muramis mengatakan KM. Lawid mulai beroperasi pada 10 Februari 2015. Kapal tersebut juga akan membawa penumpang dan barang kebutuhan masyarakat dengan rute pelayaran yang sama seperti KM. Bukit Raya. Rute pelayaran kedua kapal tersebut kembali akan normal setelah operator untuk keempat kapal perintis dilelang akhir Februari mendatang. (Ari Akbar)