Pemprov Bakal Bangun Waduk Air Bersih Di Bintan

Diterbitkan oleh pada Selasa, 27 Januari 2015 09:50 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 985 kali ditampilkan

KEPRI - Untuk mengatasi semakin meningkatnya keperluan masyarakat akan air bersih di wilayah Tanjungpinang dan Bintan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan membangun satu waduk lagi di Desa Kawal, Kabupaten Bintan.

 

 Tingginya pertumbuhan penduduk di Pulau Bintan ini, menjadikan keberadaan waduk sungai pulai dan waduk kolong enam kijang serta yang baru selesai dibangun yakni waduk sungai gesek belum juga mampu menjawab sebagian besar kebutuhan masyarakat di Pulau Bintan. Karenanya Pemerintah Provinsi Kepri tahun ini akan menggesa pembangunan satu waduk lagi, setelah melalui kajian tekhnis balai wilayah sungai , maka lokasi yang cocok untuk pembangunan waduk adalah di Desa Kawal Kabupaten Bintan.

 

 

 

Gubernur Kepri Muhammad Sani mengatakan bahwa ini merupakan kebijakan jangka pendek sebelum masa jabatannya berakhir pertengahan 2015 ini.DED mengenai pembangunan waduk kawal ini sudah rampung dan akan segera diajukan Kepada Kementrian PU. Sani menambahkan , jika Pemerintah Pusat belum juga bisa menganggarkan, maka akan digunakan terlebih dahulu APBD Kepri dalam 2 Tahun anggaran ke depan.

 

 

 

“Kita mau menkomplitkan mengenai rencana pembangunan waduk yang ada dikawal. Maka kita perhitungkan dengan gesek , sungai pulai dan ditambah kolong enam kedepan belum memadai untuk air”

 

 

 

Sementara itu, direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik mengatakan saat ini produksi air bersih PDAM Tirta Kepri dari seluruh waduk yang ada baru mencapai 300 liter/detik, padahal kebutuhan pelanggan sudah mencapai 500liter/detik. Belum lagi daftar tunggu calon pelanggan yang sudah mencapai 5000 rumah. Kholik menambahkan pihaknya akan sangat terbantu dalam memproduksi dan menyuplai air bersih jika pemerintah segera merealisasikan pembangunan waduk baru ditambah lagi instalasi penyulingan air laut menjadi air laut atau sea water reverse osmosis yang hingga saat ini belum diserahterimakan kedaerah oleh kementerian PU.