Desa Parit Perdana Tuan Rumah MTQ Karimun
KARIMUN - Pelaksanaan Musabawah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kecamatan Karimun tahun ini sedikit berbeda, sebabnya Desa Parit di Pulau Parit didaulat menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya. Kegiatan yang akan dilaksanakan para 20 Februari mendatang ini bakal menyuguhkan hal yang berbeda dari MTQ lainnya karena mengusung konsep dan nuansa Melayu.
Konsep Melayu yang akan diusung ini dikemas dalam bentuk tradisi kampung. Akan ada rumah panggung yang merupakan rumah adat Melayu yang menghabiskan sekitar 5000 keping atap rumbia, tiang penyangga dari pohon kelapa, dan beralaskan papan. Hal ini juga diterapkan untuk desain stand pameran."Konsep untuk astaka dan stand akan menyelaraskan tradisi kampung, atasnya kami gunakan atap rumbia dengan jumlah mencapai 5000 keping yang dipesan dari Penarah. Semua bahan bercirikan khas Melayu. Nanti juga dibangun dua menara di kiri dan kanan." ujar Rahmat, salah seorang tokoh masyarakat.
Camat Karimun Ramli dalam peninjauan ke lokasi mengakui pelaksanaan MTQ di Parit juga dalam rangka uji coba untuk mengukur kemampuan dan kesiapan masyarakat setempat, sehingga pada akhirnya ketika sudah siap untuk mandiri, berarti siap dimekarkan. "Masyarakat Parit sendiri yang minta jadi tuan rumah, sehingga saya pun berpikir bahwa dalam perhelatan yang perdana ini di Pulau Parit tentunya menjadi tolak ukur dalam rencana pemekaran sebagai Kecamatan Parit." katanya.
MQT Kecamatan Karimun rencananya akan berlangsung pada 20 Februari mendatang, yang diikuti enam Kelurahan dan tiga Desa. Lokasi berada di tanah lapang di depan SD Negeri 005 Parit yang mampu menampung sekitar 2000 sampai 3000 jiwa. Disamping pemberdayaan masyarakat, MTQ ini akan diisi dengan stand bazar, aneka dagangan masyarakat setempat mulai dari buah-buahan, makanan tradisional khas melayu yakni Lendot dan Lakse yang memang sangat digemari oleh semua kalangan.

