Mahasiswa Pekanbaru Turun Mengajar Siswa Hinterland
KARIMUN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Kundur (HIMAP2K) Pekanbaru turun mengajar siswa-siswi daerah hinterland dalam program HIMAP2K Mengajar yang dilaksanakan pada Sabtu (31/1) kemarin.
Acara yang ditaja dalam rangkaian kegiatan Education and Social Fair (Edusoc) IV tahun 2015 ini adalah salah satu program dari agenda tahunan yang sudah dilaksanakan organisasi ini sejak dibentuk pada tahun 1998. Pada kesempatan ini, mereka turun mengajar ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Manda di Pulau Manda Desa Ngal Kecamatan Ungar.
Tujuan program ini adalah untuk memberikan motivasi kepada para pelajar SD di sana, untuk tetap semangat belajar ditengah keterbatasan fasilitas sekolah. "Program ini salah satu agenda tahunan kami setiap liburan semester ganjil, kali ini kami ke Pulau Manda. Alhamdulillah adik-adik antusias menyambut kami, dan pihak sekolah juga memberikan sambutan yang sangat baik. Tujuan kami tak lain untuk memotivasi mereka, tak peduli kita anak pulau, sekolah dengan fasilitas minim, tapi mereka harus giat belajar dan meletakkan cita-cita mereka setinggi langit. Kami hanya bisa doakan mereka sukses kelak." ujar Irwan, ketua panitia kegiatan.
Sementara itu, Wakil Ketua HIMAP2K Periode 2014-2015 Azil Fikri menyatakan HIMAP2K sebagai agen perubahan dalam masyarakat harus ambil andil memberikan sumbangsih kepada daerah. "Ini salah satunya, kami berlatar dunia pendidikan di kampus, tentu kami harus perhatikan kondisi di kampung sendiri, terutama daerah hinterland seperti ini." ujar mahasiswa asal Sawang Kundur Barat ini.
Ia juga mengaku sedih melihat kondisi sekolah-sekolah di wilayah hinterland yang masih sangat minim fasilitas, bahkan murid saja sangat sedikit. "Di sini saja, murid hanya 14 orang. Mungkin pengaruh lokasi juga karena masyarakat juga tidak terlalu ramai. Tapi kalau soal fasilitas, itu tidak bisa ditawar lagi, sekecil apapun sekolah ya fasilitas harus tetap mencukupi. Kasihan adik-adik ini belajar dengan keterbatasan." lanjutnya.
Di SDN 006 fasilitas yang tersedia hanya berupa 1 gedung yang terdiri dari 3 ruangan. 3 ruangan ini untuk kelas belajar dan majelis guru. Personel yang menjadi tenaga pendidik 8 orang, 3 orang guru berasal dari Manda, sementara 5 orang lagi dari luar pulau Manda. "Ini cukup menusuk hati kami, di kampung kami sendiri masih ada sekolah seperti ini. Bahkan mungkin masih ada lagi di beberapa tempat lain. Kami hanya bisa bantu dengan apa yang kami bisa, yaitu memberikan motivasi, semangat, dan ikut membangun mental mereka. Mereka ini calon-calon pemimpin masa depan yang harus lebih baik dari generasi kami." tandas Azil.
Selain memberikan motivasi, mahasiswa-mahasiswa tersebut juga memberikan games-games kreatifitas kepada siswa-siswi SD tersebut. Mereka menyediakan berbagai hadiah sebagai merchandise, sambil terus berusaha membangun semangat calon-calon pemimpin masa depan tersebut. Kegiatan diakhiri dengan pemberian cenderamata kepada pihak sekolah dan pmerintah desa Ngal.

