Hengky Suryawan Harap Celutak Rhythm Go Internasional

Diterbitkan oleh pada Senin, 9 Februari 2015 05:37 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.528 kali ditampilkan

KARIMUN - Anak muda harus kreatif! Itulah yang disampaikan oleh Hengky Suryawan, pengusaha kapal Tanjung Pinang ketika memberikan motivasi dihadapan ratusan peserta talkshow enterpreneur di Kundur, Sabtu (7/2).

 

Event yang digelar Batam Pos Enterpreneur School (BPES) ini menghadirkan ia sebagai salah satu pembicara, bersama Bupati Karimun Nurdin Basirun dan General Manager BPES Lisya Anggraini. Ia dipilih menjadi pembicara bukan tanpa alasan yang kuat. Pria satu ini telah malang melintang menjadi pengusaha kapal selama hampir 50 tahun, dan saat ini telah sukses membangun berbagai klasifikasi usaha di perusahaannya.

 

Selain kreatifitas, Hengky juga menyatakan anak muda harus berpikir untuk menemukan sesuatu yang menjadi potensi terbesar yang dimiliki. Ia mencontohkan grup musik Celutak Rhythm yang saat itu menjadi pengisi acara. "Saya kagum dengan kalian, anak muda berbakat. Main musiknya enak, asik, kreatif. Ini buktinya kalian sudah temukan apa potensi diri kalian." ujarnya.

 

Ia bahkan tidak segan mengatakan grup musik ini sudah layak untuk go internasional. "Grup ini sudah bisa go internasional, tidak akan malu-maluin. Toh sudah bagus sekali." ucapnya yang disambut dengan tepuk tangan riuh dari seluruh peserta.

 

Grup musik Celutak Rhythm yang beberapa waktu ini sedang naik daun di Kundur dipilih oleh penyelenggara untuk menjadi pengisi acara. Grup dibawah asuhan Hj. Rohani (anggota DPRD Kabupaten Karimun 2014-2019) ini, dalam beberapa bulan kebelakangan memang sedang dibanjiri job. Mulai dari mengisi acara MTQ berbagai tempat, sampai dengan kegiatan-kegiatan organisasi lainnya. "Alhamdulillah, kita dapat pujian. Tapi ini sekaligus beban buat kami, supaya kami terus berlatih dan tampil sesuai dengan harapan orang banyak." ucap Djohari Ketua PLS Celutak.

 

Adi Kurniawan sang gitaris juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap sambutan penonton pada penampilan akustik mereka. "Kan kemarin-kemarin biasanya kalau tidak Melayu, ya Nasyid. Ini percobaan pertama kami tampil akustik, membawakan lagu-lagu Indonesia. Ada yang pop, jazz, blouse, swing, reggae, bahkan tadi sempat dangdut. Kami bangga jika Pak Hengky bilang begitu, ini bukti kalau anak Kundur punya bakat." ujarnya.

 

Grup musik ini beranggotakan 10 orang personil tetap, dengan berbagai komposisi alat yang disesuaikan dengan genre musik yang mereka mainkan. "Kita berusaha jadi all player, karena saat ini personil cuma ini. Kalau Melayu ya lain susunannya, kalau Nasyid lain lagi, ini Akustik lain lagi. Pokoknya tergantung request dari yang mengundang." ucap Khaidir salah satu personil.

 

Dalam penampilan di acara BPES, mereka membawakan sekitar 20an lagu dari berbagai genre musik dan musisi Tanah Air. Tembang dari Slank yaitu Juwita Malam dan Bongkar milik Iwan Fals jadi lagu pamungkas yang menyemarakkan acara ini.