Penyu Terancam Punah Di Bintan, Pemerintah Harus Turun Tangan

Diterbitkan oleh pada Senin, 16 Februari 2015 21:25 WIB dengan kategori Bintan dan sudah 1.509 kali ditampilkan

BINTAN - Penyu di Kabupaten Bintan terancam punah akibat perburuan liar, penjualan telur, dan kerusakan habitat kembang biaknya. Karyawan Nirwana Garden Bintan Edi Susanto, meminta pemerintah memperhatikan keberadaan penyu.

 

Beliau mengatakan, meski penyu tersebut dilindungi undang-undang, tetapi populasinya semakin berkurang bahkan terancam punah sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah.

 

"Beberapa waktu lalu kami melakukan identifikasi di satu habitat penyu. Dari 100 butir telur penyu, tidak lebih dari dua ekor yang mampu berkembang biak,"ujarnya, Senin (02/16/2015).

 

Menurutnya, pantai-pantai yang merupakan tempat bertelurnya penyu mulai dirambah manusia. Faktor alam juga mempengaruhi perkembangan populasi penyu. Ia mengatakan, telur penyu yang banyak dijual bebas di pasar-pasar  juga berdampak negatif menurunkan populasi penyu di Bintan. Sedangkan, penangkapan penyu juga semakin marak.

 

Menurutnya, perlu dilakukan penelitian penyu untuk mengetahui jumah populasinya hingga saat ini. Selanjutnya, bisa dilakukan upaya untuk meningkatkan populasi satwa yang dilindungi itu.

 

"Kalau kita lihat di beberapa daerah populasi penyu tersebut masih cukup ada, namun kalau dilakukan upaya pengawasan secara ketat populasinya akan semakin menurun dan terancam punah," ujar Edi.

 

Dengan kian berkembangnya permukiman yang dekat dengan lokasi tempat bertelurnya penyu akan berdampak terhadap penurunan populasi penyu. Menurutnya,  satwa itu tidak berani bertelur di lokasi tersebut.