Modus Anak Masuk RS, 14 Orang Tua Murid SD Batam Ditipu Guru Bodong

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 24 Februari 2015 06:25 WIB dengan kategori Batam dan sudah 1.375 kali ditampilkan

BATAM - Sebanyak 14 orang tua murid SD Harapan Koin, Kabil, Nongsa hampir menjadi korban penipuan dengan modus anak mereka sakit dan dilarikan ke rumah sakit. Ironisnya, sang penipu yang menghubungi satu per satu orang tua tersebut mengaku sebagai guru dari anak-anak mereka.


"Pelaku mengabarkan kepada orangtua, katanya anak kami kritis dan pingsan, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros (RSAB)," kata Yori salah seorang orang tua murid, kepada Batam Pos (Grup JPNN), Senin (23/2).


Pelaku yang mengaku bernama Dewi, meminta orang tua murid segera mentransfer uang Rp20 juta hingga Rp50 juta. "Katanya kalau kami terlambat mengirim uang, anak-anak tidak selamat," kata Yori.


Yori tidak semudah itu percaya dengan pelaku yang mengaku sebagai guru di sekolah. Korban mengecek kebenarannya di RSAB, Baloi. "Menurut keterangan pihak rumah sakit tidak ada anak sekolah yang dirawat," katanya lagi.


Yori kemudian meminta tolong orang tua murid lainnya mencari tahu keberadaan anaknya di sekolah. "Ternyata anak saya sedang belajar. Saya hubungi pelakunya, hapenya sudah tidak aktif lagi," bebernya.


Orang tua murid yang tertipu kemudian berkumpul di sekolah, mencari keberadaan Dewi yang mengaku sebagai guru. "Orang tua mengira Dewi itu guru baru, ternyata tidak ada namanya Dewi," ungkapnya. 


Untung saja tidak ada orang tua murid yang memberikan uang kepada pelaku. Kepala SD Harapan Koin Emmiria Hutabarat membenarkan adanya penelpon gelap yang mengaku sebagai guru di sekolahnya.

*Jpnn