Tuntut Sertifikasi Kampung Tua, Gerakan Mahasiswa Melayu Geruduk Kantor BP Batam
BATAM - Sebagai bentuk protes terhadap lambannya kinerja Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam menyertifikasi 33 titik kampung tua di kota Batam, Gerakan Mahasiswa Melayu beserta sejumlah komunitas anak muda melayu melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor BP Batam, Kamis (5/3/2015). Mereka menuntut kepala BP Batam untuk segera menyelesaikan sertifikasi kampung tua.
"11 tahun masyarakat menunggu kejelasan lahan di kampung tua, tidak juga jelas-jelas. BP batam jangan mempermainkan masyakarat tempatan," seru koordinator aksi, Muhammad Nur.
Nur mengaku kecewa dengan BP Batam yang terkesan masih melakukan pengalokasian lahan di wilayah kampung tua, sehingga menyebabkan semakin berkurangnya luasan lahan kampung tua di Batam.
"Dulunya luas kampung tua hanya 4 persen dari luas wilayah kota Batam, tahukah tuan-tuan semua, hari ini luas kampung tua yang ada di batam tidak mencapai 2 persen, itupun tidak ada legalitasnya,"
Aksi saling dorong antara pengunjukrasa dan polisi sempat terjadi ketika Massa memaksa untuk bertemu kepala BP Batam yang sedang berada di luar Batam. Suasana yang memanas berhasil diredam setelah empat orang perwakilan massa dipersilahkan memeriksa langsung ke ruangan kepala BP Batam.
"Kami meminta Kepala BP Batam segera memberi jawaban atas tuntutan kami di media massa dalam tempo waktu 7 hari paling lambat. Dan kami meminta sertifikasi kampung tua segera diselesaikan dalam, waktu satu bulan ini," tegas Nur.

