Waduk Tempat Kering, Suplai Air Bersih Macet
KARIMUN - Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan waduk di Temapan Desa Lubuk Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun mengering. Waduk yang digunakan sebagai penyumpalai air bersih bagi masyarakat Kundur yang diolah Unit Usaha Air Bersih (UUAB) Perusahaan Daerah.
Sudah hampir sekitar 10 hari waduk tempan tersebut sudah mengalami kekeringan. Kekeringan itu terjadi, disebabkan musim kemarau melanda daerah berazam ini hampir 3 bulan terakhir ini. Keadaan waduk yang berukuran 2 heaktar dengan tiga kolam tersebut sebut hanya menyisakan satu kolam yang memiliki air.
Kepala UUAB Kundur Indra Santo mengatakan saat ini mengalami penurunan pasokan air bersih. Pasalnya curah hujan minim akibat musim kemarau yang menyebabkan debit air di sumber air menurun drastis. Bahkan pihaknya sudah memberhentikan oprasional penyaluran air ke pelanggan.
"Layanan memang sekarang ini sedang terganggu. Itu karena menurunnya air baku akibat kekeringan dan bahkan kami harus menghentikan oprasional penyaluran kepelanggan pun harus kami hentikan," katanya.
Dijelaskannya sekarang ini, jumlah pelanggan UUAB Kundur di wilayah Kota Tanjungbatu dan Sei. sebesi baru mencapai 800 sambungan. Saat kalau kondisi normal suplai air perhari sekitar 600 kubik perhari.
"Paling tidak kita harus melakukan penggalian sekitar 5 meter lagi yang harus ditambah, untuk lerbih aman dan musim-musim kemarau nantinya kita masih memiliki air," ujar Indra.
Untuk kondisi saat ini, Menurut Indra pihaknya akan menghentikan oprasional dan memperbaiki mesin terlebih dahulu, hal ini dikarenakan kondisi mesin pun hanya satu dah harus segera diperbaiki. Dengan adanya kondisi kekeringan air ini pihaknya dapat memperbaiki mesin tersebut.
"Kalau kita nunggu air mesin tak diperbaiki, nanti kalau air sudah normal malah mesin pulak yang rusak. Makanya kita perbaiki dulu mumpung ada kesempatan untuk perbaikan," ungkap Indra.
Dengan konsisi kekeringan di waduk tempan maka dari itu pihak UUAB Perusda Kundur meminta maaf pada pelanggan pasokan air tidak dapat disuplai dengan baik. Dan pihaknya meminta masyakat agar bersabar dan memaklumi kondisi saat ini.

