Daya Kritis Mahasiswa Batam Menurun

Diterbitkan oleh pada Senin, 16 Maret 2015 11:53 WIB dengan kategori Batam dan sudah 1.090 kali ditampilkan

BATAM - Ketua Kepri Youth Institute (KYI), Rahmat Budiharto menilai daya kritis dan kepedulian sosial mahasiswa di Batam semakin menurun. Menurutnya seorang mahasiswa harus mampu menggali jiwa kritisnya terhadap kondisi sosial di sekitar.

 

"Saat ini mahasiswa memang memiliki kreatifitas untuk berprestasi, tapi nilai sosialnya kurang bisa dirasakan. Padahal dalam tri darma perguruan tinggi kan ada yang namanya pengabdian masyarakat," ungkapnya, Senin (16/3). Di tingkat nasional, Rahmat melihat ada beberapa kondisi sosial yang luput dari perhatian mahasiswa yakni kenaikan harga  kebutuhan dasar masyarakat, seperti beras dan BBM. Serta semakin merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
 
 
Sementara di Batam juga terdapat beragam permasalahan sosial akibat kebijakan pemerintah kota yang tidak tepat, sehingga membutuhkan suara dari mahasiswa sebagai agen of control. "Mahasiswa jangan tidur terhadap kondisi yang seperti ini. Semangat mengkaji permasalahan harus mulai dibudayakan dengan aktif meggelar diskusi ataupun seminar-seminar, jangan anti berkumpul dan anti berorganisasi," ujar rahmat. 
 
 
Menurutnya, penurunan daya kritis mahasiswa saat ini tidak terlepas dari pola pengkaderan yang diterapkan seniornya. Proses pengkaderan dikatakan Rahmat, sangat menentukan pola pikir sebagai seorang mahasiswa. "Senior punya peran. pola kaderisasi dari senior terhadap junior memang menentukan orientasinya. Tapi Semuanya kembali ke pribadi mahasiswa itu sendiri, apakah dia mau berbuat untuk orang banyak atau tidak. Idealnya akademik dan pengabdian masyarakat seorang mahasiswa itu keduanya berjalan dengan baik," pungkasnya.