BNPT Libatkan MUI Cegah Paham Radikal

Diterbitkan oleh pada Rabu, 18 Maret 2015 06:48 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 916 kali ditampilkan

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberi wawasan keislaman yang benar, yaitu Islam yang rahmatan lil alamin. Hal ini menyikapi gencarnya pengaruh ISIS dan paham radikal terorisme lainnya di Indonesia,


“Pelibatan ulama dalam program BNPT sebenarnya sudah lama, dan tahun ini kami ingin ada kerja sama yang komprehensif dengan MUI  dalam hal pencegahan terorisme,” kata Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Agus Surya Bakti usai rapat koordinasi dengan MUI Selasa (17/3).


Kegiatan yang akan dilakukan antara lain penguatan lembaga pendidikan dan keagamaan, kegiatan anti radikal kepada pengurus pesantren, santri, penguatan kapasitas imam masjid dan khotib, training of trainer kepada ta’mir serta pelatihan managemen pengurus ibadah dewan masjid.


Kerja sama BNPT dan MUI akan dimulai tahun ini dan tahun-tahun berikutnya dan diharapkan dapat menangkap paham radikal terorisme dengan pendekatan keagamaan.


“Kami, MUI, sadar kurangnya informasi dari fenomena terorisme dan sejauh mana gerakan paham radikal itu telah berjalan. Kami hanya banyak mengetahui dari media massa. Karena itulah ini sangat membantu kami mendapatkan informasi agar program dan kegiatan keagamaan kami bisa lebih maksimal dalam pencegahan radikalisme” kata perwakilan MUI, KH Slamet Effendy Yusuf.


Menurutnya, pelibatan ulama dalam mencegah terorisme penting untuk  memberi pencerahan keagamaan yang moderat bagi masyarakat di tengah semakin menjamurnya paham radikal akhir-akhir ini. BNPT dan MUI bersepakat bahwa paham radikal merupakan induk dari tindakan terorisme. (ROL)