Stok Kebutuhan Pokok Kabupaten Lingga Mengkhawatirkan

Diterbitkan oleh pada Ahad, 22 Maret 2015 06:45 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.244 kali ditampilkan

Stok Bahan kebutuhan pokok di kabupaten Lingga belakangan ini cukup mengkawatirkan, hal tersebut di duga disebabkan semakin diperketatnya peraturan yang melarang beredarnya produk yang di peruntukan bagi kawasan bebas (FTZ) di Kabupaten Lingga.


 Kebijakan tersebut berdampak bagi perekonomian bagi masyarakat Lingga, selain semakin sulitnya masyarakat untuk mendapatkan barang pokok seperti gula dan beras, semkin tingginya harga juga berpengaruh terhadap pedagang.


Salah seorang pedagang, Ahong, Sabtu (21/03/2015), mengatakan, saat ini barang seperti gula dan beras sebagian dipasok dari daerah kawasan bebas (FTZ), namun semakin diperketatnya barang tersebut untuk masuk dan juga dinikmati masyarakat Lingga yang juga merupakan masyarakat Provinsi Kepri, membuat semakin sulitnya ketersediaan barang.


Diakui, Ahong, selaku pedagang tentunya lebih mempertimbangkan keinginan pembeli (konsumen), seperti beras dan gula yang berasal dari kawasan bebas lebih diminati konsumen dikarenakan selain murah kualitas barang juga lebih baik. Sementara itu, Kadis Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Lingga, Muzamil Ismail,menjelaskan saat ini, stok beras yang ada di Kabupaten Lingga hanya 500 ton, padahal kebutuhan beras di Lingga mencapai 940 ton dalam satu bulan.


Terkait permasalahan tersebut,Muzamil memastikan akan menyampaikan masalah ini kepada pimpinan daerah, Disperindagkop juga akan berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Kepri terkait stok kebutuhan sembilan bahan pokok di Kabupaten Lingga yang menghawatirkan. Diakui, Muzamil, Kebijakan bagi barang yang diperuntukan bagi kawasan bebas (FTZ) tentunya suatu kekususan, namun pengaruh perekonomian dan ketersediaan bahan juga menjadi hal penting, karnanya koordinasi nantinya akan dilakukan apakah memungkinkan untuk Kabupaten Lingga juga dapat menikmati barang kebutuhan pokok sepertihalnya bagi kawasan FTZ.