Masyarakat Mengeluh, BPJS Tidak Memiliki Standar Pelayanan Minimum
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diminta memperbaiki pelayanan. Pasalnya, selama ini sesuai laporan dari masyarakat banyak terdapat keluhan pada pelayanannya karena tidak memiliki standar pelayanan minimum (SPM).
"Servis sampai hari walaupun masih tahap belajar, tidak lah harus seperti itu yang kita berikan kepada rakyat. Masak untuk rakyat coba-coba," tegas anggota Komisi IX DPR Irma Suryani pada acara Polemik Sindo Trijaya dengan ‘Tema Mau Sehat Kok Repot’ di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (21/3/2015).
Irma menambahkan, seharusnya dengan sudah berjalanannya BPJS Kesehatan sudah mempunyai SPM. Selain itu, Irma menyoroti data bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) pelayanan ini yang sudah sangat lama.
"Dengan adanya kartu BPJS Kesehatan bisa akses dan berobat baik. Itu kemudahan, namun data yang digunakan BPJS atau Menkes itu Badan Pusat Statistik (BPS) 2011, enggak update dan enggak diubah hari ini," paparnya.
Dengan datanya yang sudah lama, jelas Irma, hal tersebut menjadi masalah karena membuat biaya PBI jadi besar.
"Itu jadi masalah, seperti penerima PBI. Sudah banyak yang meninggal. Dulu miskin, tapi berusaha jadi ekonomi baik. Enggak di-update. Jadi, ongkos PBI besar," imbuhnya.
Melalui keadaan itu, Irma mengatakan secara terang-terangan menolak permintaan tambahan dana untuk PBI jika tidak adanya perbaikan pelayanan.
"Pelayanan enggak diperbaiki, namun PBI minta dinaikkan. Anggota komisi IX menolak wajar," tukasnya.

