Oknum PGN yang Jual Gas Gunakan Dolar AS Wajib Ditangkap

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 4 April 2015 13:47 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 869 kali ditampilkan

Persoalan gas di Indonesia benar-benar komplek. Bahkan, saat ini, Perusahaan Gas Negara (PGN) juga malah sering berebutan "kue" dengan Pertamina, bukan untuk mementingkan kepentingan publik.



Demikian disampaikan anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Iskan Qalbu Lubis, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Sabtu, 4/4).



Hal lain yang lebih ironis, lanjut Iskan, sudah diketahui publik bila harga gas di Indonesia benar-benar mahal dibandingkan dengan misalnya Singapura. Dan lebih parah lagi, PGN menjual gas yang berasal dari dalam negeri, kepada perusahaan di dalam negeri, dengan menggunakan dolar AS atau harga dolar AS.



"Ini kan melanggar UU mata uang. Harusnya aparat langsung tangkap saja oknum PGN. Masa di dalam negeri jual gas, oleh perusahaan negara, yang gasnya dari alam kita, kepada perusahaan lokal kita, dengan dolar AS. Makanya jangan heran bila rupiah lemah terus," ungkap Iskan. (RMOL)