Pasien Miskin Ini Diusir Karena Tak Miliki BPJS

Diterbitkan oleh pada Jumat, 10 April 2015 22:07 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 1.684 kali ditampilkan

RIAU - Perlakuan tidak adil dalam mendapatkan perawatan kesehatan bagi keluarga tidak mampu juga dialami sorang pemuda asal Desa Serombo Indah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bernama Zul Amri (17).



Karena dari keluarga tak mampu dan tidak punya uang, oknum dokter ahli bedah RSUD Pasirpangaraian berinisial Hdr menyuruh keluarga membawa Amri pulang ke rumah. Padahal, luka di pergelangan kaki kanannya akibat kecelakaan tunggal di Jalan Poros SKPA pada Ahad (5/4/15) malam lalu cukup serius dialami pemuda tersebut.



Menurut ibu Amri bernama Erlianis, tak lama setelah kecelakaan pada Ahad malam lalu, anaknya langsung dirujuk ke RSUD Pasirpangaraian. Karena belum mengurus BPJS Kesehatan, dirinya menggunakan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk.



Tak lama dirawat, oknum dokter ahli bedah berinisial Hdr yang menangani pasien di Ruang Cempaka Klas III menyuruh keluarga membawa Amri pulang. Padahal, selama dirawat di rumah, pemuda ini terus mengerang menahan sakit di bagian kaki kanannya.


"Saat ditanya kartu BPJS memang nggak ada, makanya kami pakai KK dan KTP. Tapi tak lama dirawat, dibilang dokter nggak bisa dioperasi, karena tulang kakinya hancur. Malah disuruh bawa pulang anak saya ke rumah," jelas Erlianis.



Karena disuruh pulang, pada Rabu (7/4/15), keluarga baru mengurus BPJS Kesehatan, namun kartu itu baru aktif 7 hari kemudian. Namun karena Amri terus mengerang kesakitan, dia terpaksa dibawa lagi ke RSUD Pasirpangaraian.



  "Kami memang tidak punya uang. Namun anak saya perlu disuntik, kalau tidak dia sering kesakitan," kata Erlianis.



Sementara itu, Direktur RSUD Pasirpangaraian Wildan Asfan Hasibuan mengatakan Amri tetap akan dirawat. Untuk biaya masalah belakangan.



"Bisa saja kami gratiskan biayanya. Setelah Kartu BPJS mereka keluar, rencana pasien ini akan kita rujuk ke Pekanbaru," jelas Wildan kepada riauterkini.com.



Wildan mengakui masalah itu juga karena masih kurangnya sosialisasi dilakukan pihak BPJS. Pasalnya, sosialisasi belum sampai ke masyarakat. (RTC)



"Karena BPJS kurang sosialisasi, masalah ini selalu menyudutkan pihak rumah sakit. Padahal BPJS yang kurang sosialisasi kepada masyarakat selama ini," ungkap mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rohul.

Di tempat terpisah, Humas RSUD Pasirpangaraian Minarli mengakui pihak rumah sakit tidak sanggup merawat Amri karena peralatan belum mencukupi. Rencananya, Amri akan dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru, namun pihak keluarga baru mengurus BPJS.

"Sebelumnya sudah pulang, dan ini masuk lagi ke sini. Kalau diusir tidak mungkin kami layani lagi, kan sudah kami layani," jelas Minarli kepada riauterkini.com.***(zal)