Hasil Evaluasi Gubernur, Silpa Kabupaten Lingga Rp51 Milliar
LINGGA - Ternyata Kabupaten Lingga masih memiliki Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp51 miliar lebih setelah di evaluasi Gubernur Kepri terhadap Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah (APBD).
Dari item yang diajukan dalam APBD tahun 2015, secara formal telah disampaikan oleh Bupati dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga Muhammad Aini, namun pemerintah Kabupaten Lingga masih melakukan efisiensi anggaran terhadap APBD tahun 2015.
Dari beberapa item item di Ranperda dan Ranperbup tersebut telah terjadi pemborosan anggaran yang cukup signifikan di beberapa item, diantaranya perjalan dinas kegiatan luar, beberapa proyek dan kegiatan di beberapa SKPD di Kabupaten Lingga.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD PAN Kabupaten Lingga Rudi Purwonugroho mengatakan, apapun yang telah menjadi Evaluasi Gubernur diharapkan dapat benar-benar dijalankan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga, karena efisiensi anggaran yang akan dijalankan oleh pemerintah tersebut harus benar-benar tepat sasaran. Sebab menurutnya jika pemerintah Kabupaten Lingga tetap melakukan efisiensi maka kas kita di tahun 2015 ini kembali jebol dan kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat tidak bisa dilaksanakan.
"Tahun 2014 kemarin merupakan pengalaman buruk bagi pemerintah Kabupaten Lingga, kita sebagai masyarakat sangat berharap agar hal serupa tidak kembali terjadi, meskipun pemerintahan bupati Daria dan Abu Hasim akan berakhir di bulan Agusutus ini, namun tanggung jawab ini masih merupakan tanggung jawab mereka," ungkap Rudi Purwonugroho.
Dengan adanya Silpa sebesar Rp 51 milyar lebih di Ranperda dan Ranperbup APBD tahun 2015 pada evaluasi gubernur tersebut juga harus kembali diteliti oleh tim anggaran pemerintah daerah. Karena bukan tidak mungkin pelaporan itu hanya pelaporan di atas kertas dan tidak ada bukti nyatanya.
"Itu harus benar-benar diteliti. Kita khawatir nanti ada Ranperda dan Ranperbup yang dibuat hanya sekedar formalitas belaka. Sebenarnya anggarannya malah tidak ada. Apalagi informasi yang saya dapat, DAU dan DAK kita pada tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, ini akan sangat mengancam APBD Kabupaten Lingga, ini harus teliti dan cermat supaya nantinya tidak terang lagi." terangnya.

