Profesi Tukang Cukur Kini Diminati Oleh Pendatang Dari Sumbar
TANJUNGPINANG - Warga pendatang dari Sumatera Barat ke Kota Tanjungpinang, belakangan ini melirik profesi menjadi tukang cukur rambut, sebagai alternatif untuk mendapatkan penghasilan. "Pekerjaan menjadi tukang cukur rambut di KM 9 memberikan rezeki yang cukup, hingga sedikit demi sedikit saya bisa mengirim hasil kerja keras kepada orang tua agar bisa membantu adik-adik yang masih sekolah," kata Didi, salah seorang warga pendatang yang kini menetap di KM 9 Kota Tanjungpinang, Selasa (09/06/2015).
Ia menyebutkan, dari pekerjaan sebagai tukang cukur, dirinya dan teman-temannya mendapatkan bonus sebesar enam persen setiap harinya dari juragan pemilik tempat yang dipakai usaha pangkas rambut. "Setelah dipotong pajak per kursinya, hasil yang kami dapatkan cukup lumayan. Per harinya kami bisa mendapatkan minimal Rp 150 ribu. Pendapatan sebesar itu kami peroleh saat kondisi sepi. Kalau menjelang masuk sekolah atau hari besar, kami bisa mendapatkan dua kali lipatnya," ujar bapak tiga anak yang mengaku telah menetap di Kota Tanjungpinang baru-baru ini.
Dikatakan dia, pendapatan itu sangat melegakan karyawan lainnya karena bisa menghidupi bersama anak dan istri. Disinggung soal pelanggan, Didi menyatakan jasanya sebagai tukang cukur acap kali digunakan oleh pejabat. Mulai dari kepala SKPD, polres, pernah menggunakan jasanya dalam persoalan bercukur untuk kerapian rambut.

