Taman Jodoh Batam Jadi Sarang Maksiat?
BATAM - Belum jelas kapan adanya judi dadu yang begitu banyak di taman jodoh batam. Tapi sejak adanya judi dadu tersebut, diakui warga ketentraman mereka jadi berkurang semenjak pembangunan taman jodoh tersebut.
“Menurut saya tidak ada gunanya taman jodoh itu dibangun oleh pemerintah. Barusan preman ribut-ribut, bikin kekacauan, mabuk-mabukan, banyaknya wanita malam berkeliaran ditaman. tumpukan sampah ditengah kota, pencopetan, belum lagi ditambah dengan adanya judi ditengah kota, dipusat keramaian. Wlaupun ada sesekali razia dari polsek batu ampar tapi itu tidak membuat jera.
Tolong pemerintah ditindak lanjuti. kalau bisa dibuat kembali jalan raya seperti dulu.” Ujar Nurmita Permata sari, wanita yang sudah sejak 20 tahun lalu sudah tinggal di salah satu ruko di depan taman jodoh sekarang. Ia akui kejahatan dan kekacauan memang justru sering terjadi sejak taman jodoh itu dibangun.
Protes warga kemmudian merembet pada status kota terbaik yang kini disandang Kota Batam. “Katanya dapat penghargaan kota terbaik dari switzerland? kok tengah kota ada taman sarang penyakit? terbaik dari segi apa ya?” tanya seorang warga Noor landa melalui akun sosmednya.
Warga sangat berharap ada upaya lebih serius untuk menyesuaikan batam dengan reputasinya sebagai kota terbaik. Salah satu warga juga menyarankan agar walikota Batam melakukan kunker dan belajar pada walikota bandung, Ridwan Kamil, “Pak walikota sebaiknya belajar ke Bandung atau Surabaya, bukannya kejerman atau prancis” ujar abi. Salah satu warga batam.

