Warga Keluhkan Limbah Dari Aktivitas Pabrik Dapur Arang di Lingga
LINGGA - Sejumlah warga Kampung Bentai, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur mengeluh dengan aktivitas pabrik Dapur Arang yang berlokasi didekat perumahan warga. Pasalnya limbah dari aktivitas pabrik ini menimbulkan polusi udara berupa asap dan debu sehingga kesehatan menjadi terganggu, Kamis (23/7).
.
Hal tersebut diutarakan Caus, warga Dusun 1, RW 1, RT 1 Kampung Bentai, Desa Sungai Pinang, yang sudah sekian tahun bemukim diarea tersebut sebelum pabrik Dapur Arang itu dibangun.
" iya akibat aktivitas pabrik tersebut, asap dan debu banyak berterbangan ke rumah-rumah warga. Dikarenakan jarak pabrik dari pemukiman hanya beberapa meter saja," tuturnya.
Dia mengatakan, asap dan debu dari pembakaran kayu bakau oleh pabrik tersebut sangat mengganggu pernapasan. Karena menghirup udara kotor yang sudah dipenuhi zat karbon. Dan juga membuat rumah menjadi tampak hitam dah kumuh.
"ketika pembakaran, asap dan juga debu ini benar menggangu aktivitas kami dirumah. Bau asapnya yang tidak enak dihirup, bila tidak biasa membuat kita mual dan muntah. Untuk kesehatan tentu tidak baik, apalagi waktu pembongkaran arang setelah masak dibakar, debunya berterbangan singgah dirumah. Membuat atap, teras dan dinding rumah kami jadi hitam dan kotor," katanya.
Dikatakannya, kalau berbicara mengenai aturan undang-undang perusahaan, jarak pabrik dari pemukiman rumah warga harus lah jauh. Agar kesejahteraan kedua belah pihak tidak terganggu nantinya. Untuk keluhan ini, sebenarnya sudah lama disampaikan kepada pihak pemerintah desa.Tetapi hingga hari ini pihak desa belum menanggapinya.
Oleh sebab itu, kami mengaharapkan kepada pemerintah desa untuk segera bertindak dengan memberi tahu pihak pengusaha Dapur Arang tersebut agar bisa segera memindahkan lokasi pabrik tersebut.
"Kami cuma berharap dari pemerintah desa, supaya bisa cepat memberikan solusi dengan cara dapur arang tersebut dipindah agak jauh dari pemukiman warga", tuturnya.

