23 Capim KPK Diragukan Integritas dan Kualitasnya

Rabu, 12 Agustus 2015 10:17 WIB
504x ditampilkan Nasional


 

Koodinator Divisi Investigasi ICW, Febri Hendri mengatakan, ICW dan jaringannya telah melakukan inves­tigasi dan pelacakan terhadap para capim KPK selama dua pekan terakhir. "Kami lakukan tracking sejak 26 Juli kemarin, di berbagai wilayah. Dari hasil tracking kami temukan banyak capim KPK yang integritasnya diragukan," katanya dalam pe­nyerahan hasil penelusuran ICW ke Pansel Capim KPK di Jakarta, kemarin.

Dia menerangkan, ada tiga indikator yang menjadi bahan penilaian ICW, yaitu integritas, kualitas dan administrasi. Dari hasil penelusuran, beberapa per­soalan yang menjadi sorotan di antaranya adanya calon yang di­duga melakukan penyalahgunaan wewenang, plagiatisme dalam membuat makalah ilmiah, ketim­pangan aset yang dimiliki dengan penghasilan yang diterima, serta adanya dugaan calon yang bera­filiasi dengan parpol. 

"Persoalan yang ada misalnya, ada calon menyuruh bawah­annya menyalahgunakan we­wenang, terus ada dosen yang melakukan plagiat. Ada pola keuangan kandidat yang aset­nya kalau dibandingkan dengan pendapatannya cukup tinggi," ungkapnya.

Dalam investigasi terse­but juga ditemukan na­ma-nama capim KPK yangmemiliki masalah pada kehidu­pan sosial, berafiliasi pada partai politik, hingga memiliki back­ground intelijen. "Kehidupan para capim KPK juga ada yang bermasalah seperti diduga punya dua istri atau teman wanita. Ada capim yang memiliki back­ground politik pernah mencaleg atau bekas anggota DPRD, serta intelijen," ujar Febri.

Namun demikian, dia mengakui banyaknya informasi yang belum dapat dihimpun, lantaran sumber daya manusia di ICW tidak cukup banyak. "Memang dalam melaku­kan tracking, dibutuhkan 3 orang untuk 1 calon. Tetapi karena kurang orang, kita baru bisa menyerahkan kepada pihak Pansel KPK hanya 23 calon," katanya. 

Febri menambahkan, adanya pen­elusuran rekam jejak ini akan meng­hasilkan pimpinan KPK yang ber­integritas dan berkualitas. "Intinya, kita memberikan masukan kepada Pansel KPK. Kan tidak hanya dari kita, ada dari BPK dan PPATK.Kami hanya membantu," tan­dasnya.

Sementara itu, juru Bicara Pansel KPK, Betty Alisjahbana mengatakan,23 nama yang dilaporkan ICW itu telah dikantongi oleh Tim Pansel. Namun untuk mengam­bil keputusan, Pansel akan mem­pertimbangkan seluruh laporan yang diterima. "23 yang disam­paikan ICW ini memang diduga bermasalah," katanya. 

Dia menjelaskan, Tim Pansel akan menggunakan setiap data yang diberikan oleh seluruh lapisan masyarakat serta lem­baga lainnya untuk menentu­kan capim yang layak menjadi pimpinan KPK di masa depan. "Ini akan menjadi pertimbangan kami sebelum hasil keputusan akhir nanti," ujarnya.

Betty menjelaskan, da­lam proses penelusuran re­kam jejak Capim KPKini, Pansel juga telah bekerja sama dengan sejumlah instansi seperti Polri, Kejaksaan Agung, PPATK, Ditjen Pajak, dan BIN.

Sementara itu, Mabes Polri menilai seluruh berkas calon pimpinan KPK bersih dan tidak ditemukan masalah. "Clean and clear sama sekali tidak pernah ada masalah," ujar Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Budi Waseso di sela-sela penyera­han berkas ke Pansel KPK. 

Karena itu, kata Buwas, bila kemudian calon tersebut terpilih menjadi pimpinan KPK, maka tidak dibenarkan ada diskrimi­nasi atau pun menelisik masalah kejahatannya.(RMOL)