Tebalnya Kabut Asap, Ekonomi Nelayan Lingga Turun Drastis
LINGGA - Menurun drastisnya perekonomian nelayan di Lingga, diakibatkan sulitnya melaut beberapa minggu terakhir yang disebabkan oleh tebalnya kabut asap yang semakin parah, menyelimuti daerah pesisir Lingga. Hal tersebut juga berdampak pada keberadaan ikan segar di pasar-pasar Lingga yang mulai langka akhir-akhir ini.
Sabran, salah seorang nelayan Dusun Teregeh, desa Sekanah, kecamatan Lingga Utara, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, akhir-akhir ini nelayan enggan melaut, akibat kabut asap yang semakin menebal.
"Kabutnya tebal dan semakin parah seminggu ini. Warga tak ada yang turun melaut," kata Sabran.
Dia menjelaskan, jarak pandang akibat kabut asap hanya setengah Mil. Sementara lokasi tempat nelayan pesisir mencari nafkah, jaraknya 3 sampai 4 mil dari garis bibir pantai, yang mengarah ke laut Cina Selatan.
"Pulau Senayang juga tak nampak dari sini," tambahnya.
Karena kondisi tersebut, dikatakan Sabran, membuat perekonomian sebagian besar nelayan di desanya terganggu.
"Nelayan disini sistemnya, sekali melaut untuk makan sehari. Jadi kalau besok tidak kelaut, akan susah untuk belanja keperluan di hari selanjutnya," kata dia.
Sementara itu, Mizi, salah seorang pedagang ikan di Daik Lingga mengatakan, kebutuhan ikan segar warga Daik juga mulai berkurang sejak beberapa minggu terakhir.
"Pasokan ikan dari daerah pesisir untuk pasar di Daik, mulai berkurang. Dari cerita para nelayan, mereka sulit untuk melaut karena kabut," terang Mizi.
Mizi menambahkan, penghasilan dari berjualan ikannya juga mengalami penurunan, karena sulitnya mendapatkan pasokan ikan.
"Pastilah menurun, ikan yang mau di jual, tidak ada. Kita berharap kabutnya segera hilang," tutupnya.
Pantauan Antara, kabut asap yang turut melanda kabupaten Lingga, berdampak kepada merosotnya perekonomian nelayan di Lingga. Pasar Ikan yang biasanya selalu dibanjiri ikan-ikan segar dari pesisir Lingga, kini mulai langka.

