Fadli Zon Usulkan Menteri Rini Untuk di Reshuffle

Diterbitkan oleh pada Kamis, 5 November 2015 11:10 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 769 kali ditampilkan

Isu reshuffle kabinet kembali disuarakan sejumlah politikus. Dengan masuknya PAN sebagai partai pendukung pemerintah, kabar pergantian menteri mendapatkan momentumnya. Dari sekian banyak menteri, Rini Soemarno adalah sosok yang paling sering menjadi target.

 

Tak dari kalangan PDIP yang notabene adalah partainya Presiden Jokowi, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga memberikan penilaian terhadap kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno.

 

"Kalau misalnya mau mengganti menteri ya harus cari orang-orang yang tepat dan juga tahu mana yang harus diganti, misalnya BUMN," kata Fadli di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/11).

 

Fadli mempertanyakan kinerja Menteri Rini selama ini. Bahkan dia menuding ada peran Menteri Rini dalam perdebatan panjang di paripurna terkait poin Penyertaan Modal Negara (PMN) saat pengesahan RAPBN 2016. Apalagi, ujar Fadli, kinerja BUMN di bawah Rini Soemarno belum memuaskan.

 

"Ini kan jelas dalam persoalan PMN menjadi masalah dan tidak pernah ada suatu preseden kementerian BUMN meminta PMN sedemikian besar, presedennya tidak ada dalam sejarah. Seharusnya BUMN itu memberikan kontribusi bagi APBN kalau hanya menggerogoti APBN itu berarti tidak sukses," tuturnya.

 

Fadli menuturkan, desakan masyarakat agar Presiden Jokowi mengganti Menteri Rini semakin kuat. Bahkan menurutnya seharusnya Menteri Rini dicopot pada reshuffle jilid I.

 

"Sebetulnya momentumnya pada waktu reshuffle kemarin ini, tapi kan presiden hanya melakukan pada menteri-menteri koordinator secara terbatas. Sekarang pada menteri-menteri teknis lah harus dievaluasi. Kecuali presiden merasa timnya sudah hebat mungkin tidak perlu ada reshuffle," terangnya.

 

Di sisi lain, Fadli meminta Presiden Jokowi menunjukkan kendali penuh atas para menterinya. Terutama para menteri yang sering membuat gaduh. "Nah ini harus dipertanyakan, who is the president? Jangan sampai membuat kita bertanya-tanya, siapa the real president?" kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/11).

 

"Seperti tidak solid pemerintahan ini. Konduktornya tidak mampu buat satu musik yang harmoni. Menteri-menteri saling sikat dan sikut seperti kabinet pasar malam," pungkasnya.


(merdeka)