Setelah Dibully Netizen, Akhirnya Jokowi Batalkan Rencana Pembelian Helikopter VVIP

Diterbitkan oleh pada Kamis, 3 Desember 2015 19:57 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 515 kali ditampilkan

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk membatalkan rencana pembelian helikopter untuk keperluan very very important person (VVIP) kepresidenan yang baru.



Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam konferensi pers seusai rapat terbatas soal pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Ia menyebutkan, usulan pembelian helikopter AgustaWestland AW101 alias Merlin awalnya diutarakan oleh TNI Angkatan Udara.

"Seperti yang diketahui bersama, saat ini, untuk heli, Presiden menggunakan Super Puma yang dirakit PTDI (Dirgantara Indonesia). Dengan mempertimbangkan dan mendengarkan berbagai masukan, Presiden memutuskan untuk tidak menyetujui usulan pembelian AW101," ujar politisi yang akrab disapa Pram itu di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (3/12).


"Presiden akan menggunakan heli yang ada, walaupun perlu dipikirkan untuk pengadaan sebagai backup, karena Indonesia sebagai negara kepulauan dengan aktivitas Presiden yang sangat tinggi, untuk memiliki backup heli. Selama ini tidak ada backup-nya," ujarnya.

Pram menuturkan, langkah tersebut diambil Presiden Jokowi karena sang kepala negara beranggapan helikopter yang ada masih bisa digunakan secara maksimal untuk mendukung tugas-tugas kenegaraannya.

"Kedua, dalam kondisi keuangan seperti ini, pembelian heli tersebut dianggap harganya terlalu tinggi," katanya.

Dengan demikian, imbuh Pram, Presiden akan tetap menggunakan helikopter Super Puma yang ada, meski perlu dipikirkan untuk pengadaan helikopter baru sebagai backup (pendukung atau pengganti).


Selain itu, tutur Pram, Presiden menyiratkan bahwa lebih baik pengadaan helikopter backup dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada, baik menggunakan helikopter yang bisa dikaroseri, di-assembling, atau dibuat oleh putra bangsa. (CNN/sip)