Arab Saudi Hukum Mati Tokoh Syiah, Iran Protes

Diterbitkan oleh Saiful pada Ahad, 3 Januari 2016 13:03 WIB dengan kategori Khazanah dan sudah 610 kali ditampilkan

TEHERAN -- Kementerian Luar Negeri Iran pada Sabtu (2/1) memanggil Kuasa Usaha Arab Saudi untuk Teheran guna memprotes penghukuman mati tokoh Syiah terkenal Nimr An-Nimr oleh Arab Saudi.

 

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Arab dan Afrika Hossein Amir-Abdollahian menyampaikan protes keras Republik Islam itu kepada utusan Arab Saudi Ahmed Al-Muwallid, mengenai apa yang ia sebut prilaku tak bertanggung jawab para pejabat Arab Saudi sehubungan dengan tindakan tersebut, kata stasiun televisi resmi Iran.

"Arab Saudi adalah pembela utama aksi teror dan fanatisme di wilayah ini," kata Amir-Abdollahian, sebagaimana dikutip Xinhua, Ahad (3/1).

Ia memperingatkan mengenai pelanggaran hak asasi manusia dan tekanan terhadap kelompok minoritas di Kerajaan Arab Saudi. Pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Iran dengan keras mengutuk penghukuman mati itu.

"Meskipun Pemerintah Arab Saudi mendukung fanatis dan kelompok teror, Kerajaan tersebut menindas dan menghukum mati pembangkangnya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hossein Jaber Ansari.

Pemerintah Arab Saudi mesti menunggu dampak dari tindakan semacam itu, "sebab mereka akan membayar mahal atas kebijakan mereka", katanya. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi pada Sabtu mengumumkan penghukuman mati 47 orang dengan dakwaan teroris, termasuk pemimpin Syiah pembangkang.

Kebanyakan orang yang dihukum mati adalah warga negara Arab Saudi yang terlibat dalam serangkaian serangan yang dilancarkan oleh Alqaidah dari 2003 sampai 2006. Nimr An-Nimr juga adalah kekuatan di balik protes anti-pemerintah yang meletus pada 2011.

Bahrain pada Sabtu mensahkan penghukuman mati oleh Riyadh, dan menyatakan negara tersebut mendukung "langkah keamanan" yang dilakukan oleh Arab Saudi dalam perangnya melawan aksi teror.