BEM Universitas Riau Tolak Kebijakan Dana Ketahanan Energi

Diterbitkan oleh pada Senin, 4 Januari 2016 21:10 WIB dengan kategori Suara Mahasiswa dan sudah 1.296 kali ditampilkan

PEKANBARU (RIAU) - Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau (UR) menggelar aksi demonstrasi damai di bundaran Tugu Zapin, pertigaan Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Gajahmada, Pekanbaru, Senin siang (4/1/16).


Aksi demonstrasi itu merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memungut uang rakyat masing masing Rp200,- setiap pembelian premium dan Rp300,- untuk solar dengan dalih Dana Ketahanan Energi.

"Kabar baiknya, akhir Desember 2015, pemerintah melalui Menteri Energi, Sumber Daya Mineral (ESMD) Sudirman Said akan mengumumkan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tanggal 5 Desember 2016,'' tukas Faizal Indra Rangkuti, Koordinator Lapangan (Korlap) BEM UR.

  Padahal, tambahnya, kebijakan tersebut menjadi kabar duka di tengah lemahnya perekonomian masyarakat. Hal ini dapat terlihat ketika Jokowi dan Menteri ESDM Sudirman Said mencoba memeras rakyat melalui pungutan Dana Ketahanan Energi.

"Pungutan ini tidak memiliki norma dan dasar hukum yang jelas, Rp200,- untuk premium dan Rp300,- untuk solar. Pungutan liar ini tentunya menambah beban bagi masyarakat kecil dan menengah sebagai mayoritas konsumen BBM ini,'' tegas Faizal lagi.

Selain berorasi dan membentang spanduk yang berisi kecaman terhadap Presiden Jokowi, massa mahasiswa juga memasang foto wajah Menteri ESDM Sudirman Said. Hingga berita ini diturunkan, aksi mahasiswa BEM UR ini masing berlangsung.***(riauterkini/son)