Menari dengan Aurat Terbuka di atas Sajadah sama dengan Pelecehan Terhadap Islam

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 9 Januari 2016 08:01 WIB dengan kategori Opini dan sudah 1.836 kali ditampilkan

Sajadah merupakan salah satu perlengkapan ibadah sholat. Bila membicarakan soal ibadah, itu bukanlah hal yang boleh sembarang diucap. Karena ibadah langsung berususan dengan Allah, Tuhan Semesta Alam. Jadi ketika mendengar berita sajadah dijadikan alas untuk para penari tarian Bali pada acara Hari Amal Bakti di Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, sontak memberikan rasa kekecewaan dan amarah.

 


Bagaimana bisa sajadah yang memiliki nilai suci yang seharusnya menjadi alas untuk menjalankan ibadah sholat digunakan untuk penari yang saat itu dengan pakaian terbuka. Padahal, salah satu syarat sholat untuk perempuan, yang boleh tampak hanyalah wajah dan telapak tangan. Lalu bagaimana dengan penari tarian Bali yang auratnya terlihat. Meskipun tidak sedang menjalankan ibadah sholat dengan pakaian terbuka, namun hal itu sama saja dengan menghina agama Islam.


Walaupun setelah dikonfirmasi bahwa kejadian tersebut akibat kelalaian panitia penyelenggara acara, karena semula sajadah digunakan untuk tari Saman yang diperagakan oleh 175 siswa madrasah dan tanpa unsur kesengajaan ketika sajadah belum dilipat para penari Bali sudah maju ke depan untuk memperagakan tarian. Hal ini tetap saja terlihat tidak pantas.  Bila digunakan untuk melengkapi tarian Saman, masih bisa dikatakan layak. Karena tari Saman merupakan tarian yang biasanya ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan  dan kebersamaan serta tarian ini sebagai media penyampaian pesan atau dakwah. Sehingga sajadah tidak dalam posisi dilecehkan tetapi seperti melengkapi.


Sajadah menjadi alas dalam ibadah sholat adalah untuk memisahkan antara bagian bawah dengan yang lebih bersih. Sebagaimana sholat wajib dilakukan di tempat yang jauh dari najis. Sehingga sajadah adalah tempat sujud terbaik. Namun apabila disalahgunakan dengan tujuan yang diluar islam, maka secara etika itu bukanlah hal yang pantas.


Mengenai kelalaian panitia, hal ini merupakan sesuatu yang sensitif. Diharapkan kedepannya tidak ada lagi pelecehan terhadap islam. Karena agama bukan hanya berurusan dengan dunia tetapi juga akhirat. Kesalahan yang telah terjadi harus menjadi pelajaran ke depan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan benda-benda yang suci dan besar maknanya dalam agama.


Penulis                          : Tarisky Winanda

Tempat, tanggal lahir  : Tanjungpinang, 7 Oktober 1996

Status                          : Mahasiswi UMRAH Tanjungpinang