Pemain Naturalisasi Ancam Pebasket Indonesia

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 9 Januari 2016 11:40 WIB dengan kategori Olah Raga dan sudah 1.014 kali ditampilkan

Jakarta - Pelatih Satria Muda Pertamina, Cokorda Raka Satrya Wibawa menilai penggunaan pemain naturalisasi mengancam pebasket Indonesia. Ia pun mengecam hal itu dilakukan di Indonesian Basketball League (IBL) 2016.


Namun operator IBL, Starting5 Sports Entertainment dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menyepakati penggunaan pemain naturalisasi untuk setiap tim. Masing-masing tim diperbolehkan untuk menggunakan dua pemain naturalisasi.

 

“Bagi saya pemain naturalisasi bukan suatu hal yang dibutuhkan. Saya selalu menentang adanya pemain naturalisasi, ini bukan suatu hal yang mendesak. Itu bisa membuat pemain Indonesia terjepit," kata pria yang akrab disapa Wiwin di Jakarta, Jumat (8/1).

 

Menurutnya, jika tujuannya untuk tim nasional, pemain asli Indonesia bisa melakukan sama baiknya. Pada SEA Games 2015 Indonesia bisa dapat medali perak karena ada pemain naturalisasi, Namun pada 2001 dan 2007 Indonesia dapat perak tanpa pemain naturalisasi.

 

Akan tetapi, hal berbeda diungkapkan oleh Komisioner IBL, Hasan Gazali. Ia mengaku penggunaan pemain naturalisasi agar IBL bisa berjalan makin seru.

 

"Pemain naturalisasi bikin seru karena bisa mengangkat pamor liga IBL ini, tapi aturan ini kami awasi ketat," ucap Hasan.

 

IBL 2016 tak mengenal pemain asing, tetapi pemain naturalisasi. Yang dimaksud pemain naturalisasi adalah pemain yang memiliki darah Indonesia atau pemain asing yang rela menjadi warga negara Indonesia.

 

sumber