Minimnya Kepekaan Terhadap Anak

Diterbitkan oleh pada Jumat, 15 Januari 2016 14:33 WIB dengan kategori Opini dan sudah 959 kali ditampilkan

Pendidikan merupakan suatu yang memiliki peran penting dalam pengembangan potensi diri serta perbaikan tingkah laku anak, baik dalam proses interaksinya, maupun penerapan nilai-nilai dan moral yang diharapkan didalm suaatu kehidupan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Selain dari pada itu, anak berada disekolah akan dihadapkan pada teman-teman dan tenga pendidik. Nah, tugas guru disini amat teramat sangat penting dalam pembentukan karakteristik anak ini. Karena seperti yang kita ketahui, sebagian dari waktu anak dihabiskan dilingkungan sekolah yang berkisaran 6 jam. Dan kebanyakan dari anak juga mengikuti kegiatan luar sekolah yang disebut ekstra kulikuler, dan kegiatan itu terkadang dari habis ashar hingga menjelang maghrib yang menyita waktu keseluruhan dengan total 6 sampai 9 jam. Karena, tingkah laku dapat dipengaruhi leh pola asuh yang diterapkan didalam suatu sistem keluarga, baik dari orangtua maupun dari saudara-saudara yang lebih tua dari anak tersebut.


Dalam peranan ini, orangtua merupakan sumber yang paling berpengaruh dalam pembentukan karakteristik anak ini, karena seperti pepatah mengatakan “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”, nah inilah yang menyebabkan mengapa pola asuh begitu amat penting dalam pembentukan karakteristik anak, karena anak akan menerapkan apa yang telah diajarkan dan dilihat dalam setiap harinya. Apabila didalam suatu sistem keluarga terkhusus pada orang tuanya menerapkan serta mengajarkan perilaku yang baik, maka akan berdampak baik dalam pengembangan pribadi anak. Namun sebaliknya, apabila orang tua tidak mengajarkan dan menanamkan perilaku positif pada diri anak, maka anak dengan mudah akan menunjukkan perilaku yang tidak baik.


Tidak hanya ini, kebijakan pemerintah terhadap dunia hiburan bagi masyarakat yang dipertontonkan dimedia massa juga menjadi suatu tolak ukur dalam pengembangan potensi dan pola tingkah laku anak. Karena seperti yang kita ketahui tidak sedikit dari anak yang menghabiskan waktu liburannya untuk menonton television yang ada dirumahnya. Nah terkadang apa yang ditontonnya itulah yang diikuti dan ditiru oleh anak ini. Seperti yang kita ketahui bahwa usia dini merupakan usia dimana anak sangat suka mencoba hal-hal yang telah diperlihatkan, menurutnya itu merupakan suatu pembelajaran baru didalam hidupnya. Seperti yang terjadi pada akhir-akhir ini, tidak sedikit bahkan sebagian dari anak-anak diindonesia pada umumnya melakukan dan mendapatkan tindakan kekerasan dari teman sebayanya yang diawali dengan tinndakan bullying. Tindakan ini sebagian besar didapatkan atau diketahui melalui apa yang telah ia tonton dan ia saksikan .

 

karena pada umumnya, seperti yang telah saya paparkan diatas, bahwa anak merupakan pribadi yang baru ingin berkembang dan baru ingin memulai menemukan jati dirinya, maka terkadang mereka mengaanggap apa yang dilihat dan disaksikan itulah suatu bentuk pengajaran baru dan anak ini merupakan pribadi yang masih terlalu minim pola piker, mereka terkadang masih sering memiliki rasa [enasaran dan ingin mencba hal hal yang baru, hal ini yang dapat membahayakan dirinya dan teman sebayanya. Seperti yang kita ketahui, saat ini media massa kerap kali menjadi contoh yang tidak baik dalam pengembangan pola tingkah laku anak, khususnya pada anak dibawah umur atau usia setingkat seklah dasar (SD). Conthnya saja pada kasus yang terjadi belakangn ini, dimana tindakan bullying dan kekerasan terhadap anak yang telah dipertontonkan dalam sinetron atau dunia perfilman yang dijadikan serta diaplikasikan oleh anak kepada teman sebayanya. Dan tidak sedikit dari tindakan bullying ini mengakibatkan luka-luka pada bagian fisik dan mental anak, bahkan ada yang merenggut nyawa anak, miris sekali bukan?


Dengan demikian, ini merupakan suatu dampak atau kejadian yang seharusnya benar-benar dicegah dan dihindari serta memperoleh kepedulian khusus oleh semua sistem yang ada. Semua ini semata mata dapat terjadi karena kurangnya rasa peduli yang khusus terhadap anak, serta penerapan pendidikan. Yang terkhusus pada tenaga pendidik yang kurang memperhatikan peserta didiknya. Tidak hanya itu, pola asuh disini juga seharusnya dapat ditingkatkan lagi oleh keluarga terkhusus pada orang tua yang memiliki anak usia yang baru mau berkembang ini, karena seperti yang telah saya paprkan tadi, anak akan mengaplikasikan apa yang telah diajarkan oleh orang tuanya. Selain pada pendidikan dan pola asuh ini, seharusnya pihak pemerintah yang memengang andil mengenai media massa harus memiliki kepekaan yang mendalam terhadap apa yang dibutuhkan dan apa yang harus disajikan guna hiburan anak, serta bisa memilih apa yang sebaiknya dipertontonkan dan dapat djadikan suatu pembelajaran yang baik bagi anak. Oleh karena itu pendidikan, pola asuh orang tua serta kebijakan pemerintah kini rasanya masih terlalu minim dan perlu tingkatan dalam kepedulian terhadap kebutuhan anak, yang akan membentuk pribadi anak. Dalam hal ini, sebaiknya peningkatan perhatian dan rasa peduli untuk mengembangkan pribadi anak yang lebih baik dan dapat membuat anak mengertahui dan mengaplikasikan nilai-nilai dan juga norma-norma yang ada guna kebelangsungan dalam proses pendewasaan yang baik kedepannya, dan terciptanya pribadi anak bangsa yang baik lagi bermoral.


Rafika Sari

Mahasiswa UMRAH