Relasi Media dan Terorisme

Diterbitkan oleh pada Jumat, 15 Januari 2016 18:39 WIB dengan kategori Opini dan sudah 1.712 kali ditampilkan

Pemberitaan yang dilakukan oleh media massa menyangkut berita terorisme merupakan sebuah pemberitaan yang sarat akan muatan berbau politik, kekerasan, kekuasaan, dan materi.

 

Hal ini tentunya mengundang perhatian publik, dimana secara tidak langsung suatu kegiatan terorisme pasti menyangkut tentang keselamatan, keamanan dan kesejahteraan orang banyak (khalayak).


Menanggapi hal ini media tentunya bisa membaca situasi tentang apa yang khalayak ingin ketahui. Keterkaitan antara media dengan terorisme sarat akan aspek bisnis, dimana melalui pemberitaannya tentang masalah terorisme di media akan mendapat perhatian utama dari khalayak karena menyangkut keselamatan, keamanan dan kesejahteraan khalayak.


Namun, ada kemungkinan juga komunitas jurnalis kurang menyadari bahwa pemberitaannya telah “menjaga” semangat bertempur dan eksistensi kelompok teror.jika kita lihat tren pemberitaan media massa dalam dan luar negeri akhir-akhir ini ada beberapa pemberitaan media massa yang secara langsung mempengaruhi terjaganya semangat bertempur kelompok teror.


Di sisi lain, setidaknya ada beberapa alasan mengapa media “ikut memanfaatkan” peristiwa terorisme. Pertama, kejahatan selalu merupakan good news bila perhatian utamanya hanya menjual koran atau program televisi.


Kedua, terorisme merupakan sebuah sajian berita yang memiliki nilai berita yang sangat tinggi. Ketiga, media membawa banyak cerita dengan kandungan kekerasan, politik dan kekuasaan karena merasa publik memintanya agar tahu persis tentang aspek-aspek kehidupan yang mengecam mereka.


Keempat, kehidupan khalayak seperti yang kita alami nampak “membosankan” karena disiksa rutinitas tidur, berangkat, kuliah atau bekerja, membutuhkan berita-berita kekerasan dan seks sebagai thrill (gairah, getaran). Kelima, ada kelompok orang yang menyatakan simpati pada tujuan para teroris dan koruptor dan media mengeksposnya.