Kundur, Surga Durian Karimun

Diterbitkan oleh pada Jumat, 22 Januari 2016 17:48 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 3.818 kali ditampilkan

KARIMUN - Semua pasti tahu buah durian. Aromanya sangat tajam dan bagi sebagian orang memabukkan dan memusingkan kepala. Namun, daging buahnya yang terasa manis membuat orang tergoda mencicipinya.



Sudah tidak diragukan lagi jikalau Pulau Kundur adalah salah satu  Kecamatan di Kabupaten Karimun penghasil buah durian di tersohor di Kepri. Maka menjadi hal yang wajar bila di Kundur menjadi penghasil buah durian yang luar biasa.

Hal ini terlihat dari semakin maraknya para penjual durian khususnya di Tanjungbatu Kecamatan Kundur yang hampir tiap sudut jalan dapat dijuampai penjual durian menjajakkan dagangannya serta hampir semua kebun yang berdiri pondok durian.

Seperti biasa, bila musim panen tiba, Edi pria asli Bukit Gading Kelurahan Gading Sari ini selalu tinggal di pondok duriannya. Edi atau biasa disapa Pak Long ini memiliki pohon durian berumur ratusan tahun.

Pak Long biasanya akan menhabiskan waktunya di kebun duriannya, dalam satu hari ia menjual duriannya hingga ratusan kilo. Bahkan pelanggannya ada yang datang dari Batam, Karimun, Tanjungpinang dan daerah Pelalawan Riau.

Harga durian dengan yang dijualnya berkisar Rp 15 ribu per kilo hingga Rp 20 ribu per kilonya. Paling mahal Rp 20 ribu per buah. Pak Long juga menerima durian dari rekan-rekannya untuk dijualkan.

"Dengan menjual durian di kebun, biasanya bisa mendapatkan untung lebih besar. Kadang ada tamu yang sengaja nak makan durian di Kebun,” jelasnya.

Pak Long melanjutkan. Selama kemarau, pohon durian milik petani berbunga. Setelah masuk musim penghujan dan sering dilanda hujan angin, menyebabkan buah durian yang masak berjatuhan.

"Saat ini sudah masuk masa banjir buah durian. Karena hampir setiap pemilik kebun sudah menjual keluar dan ada juga yang menjual di kebun masing, cepat laku dibeli,” kata Pak Long.

Terkadang sampai tak sanggup lagi ia melayani pembeli, lantaran durian ditempatnya sudah habis. Baru bisa melayani kembali pada pagi sesoknya menunggu durian gugur dari pohonnya. Sangking banyaknya durian ada juga yang rusak dan harus diolah menjadi tempoyak dan dodol durian (lempok).

"Ada juga durian yang kurang bagus kita buat lempok atau dodol durian dan tempoyak. Kalau lempok yang sudah jadi harganya bisa sampai Rp 140rb per kilonya," tutur Pak Long.