Gelombang Tinggi Ancam Transportasi Laut Kepri

Diterbitkan oleh pada Selasa, 2 Februari 2016 21:01 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 636 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG (Kepri) - Badan Meteorolgi Klimatologi Geofisika Hang Nadim Batam mengingatkan pengguna transportasi agar waspada terhadap gelombang tinggi antara 1,5 hingga 3 meter yang terjadi pada perairan Kepri.


"Pelaku transportasi agar waspada. Musim Angin Utara memicu gelombang tinggi dan cuaca yang berubah-ubah," kata Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Philip Mustamu di Batam, Selasa.

Ia mengatakan gelombang hingga tiga meter berpeluang terjadi pada perairan Natuna dan Anambas. Sementara untuk wilayah lain seperti Batam, Bintan, Tanjungpinang, Lingga, dan Karimun maksimal 1,5 meter.

Kondisi tersebut bisa saja membahayakan kapal-kapal yang berlayar khususnya dengan ukuran kecil sehingga perlu kewaspadaan.

"Meskipun pagi ini di Batam hujan, namun perkiraan kami tidak akan berlangsung lama. Karena kecenderungannya curah hujan berkurang," kata dia.

Meskipun demikian, namun awan Cumulonimbus masih terus tumbuh di wilayah udara Kepri dan mengakibatkan tekanan udara rendah.

"Potensi hujan masih ada, namun internsitasnya akan terus menurun sampai beberapa hari kedepan. Hujan sifatnya hanya lokal," kata Philip.

Kondisi hujan yang terjadi saat ini, kata dia, juga tidak mengganggu transportasi udara khususnya di Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang memiliki landas pacu hingga 4,025 kilometer.

"Hujan selebat apapun asal jarak pandang masih bagus tidak akan mengganggu penerbangan. Fasilitas dari Hang Nadim Batam sangat baik bagi penerbangan," kata dia.

Hingga saat ini (09.30 WIB) sebagian wilayah Batam masih diguyur hujan lebat. Awan hitam pekat masih nampak dari sekitar kawasan Batam Centre.

Sementara itu Syahbandar Pelabuhan Umum Telaga Punggur Erwin Sjafrizal mengatakan cuaca pagi ini belum mengganggu jadwal pelayaran ke Tanjungpinang dan Tanjung Uban. (ANT)