Polda Metro Jaya Berhasil Membongkar Sindikat Penipuan Online Jaringan Warga Negara Asing

Diterbitkan oleh Saiful pada Selasa, 2 Februari 2016 07:01 WIB dengan kategori Jakarta dan sudah 644 kali ditampilkan

JAKARTA - Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap sindikat penipuan online jaringan warga negara Asing yang melibatkan warga negara Indonesia, dengan dibantu Polda Jawa Timur, Polda Metro Jaya menggerebek salah satu ruko yang telah disewa kelompok pelaku, di daerah Surabaya Jawa Timur.



Sebanyak 12 pelaku berhasil di tangkap Polda Metro Jaya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iqbal, SIK, MH, mengatakan, terbongkarnya penipuan online jaringan warga negara asing ini, awalnya Polda Metro Jaya menerima laporan dari Polisi Tiongkok bahwa ada ratusan warganya yang menjadi korban penipuan, Setelah diselidiki, para pelaku menjalankan aksinya termasuk memakai alamat IP (Internet Protocol) address di Indonesia.

Mereka memakai bandwith jaringan internet dengan menyewa ruko di daerah Surabaya Jawa Timur sebagai lokasi untuk menjalankan aksinya, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, di Gedung Main Hall Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin petang 1 Februari 2016.

Pelaku terdiri dari 11 WN Tiongkok dan 1 WNI, mereka sudah lebih dari setahun berada di Indonesia, mereka memiliki tugas masing masing, ada yang bertugas menelepon korban, mengatur alat IT, membagi uang dan menyediakan akomodasi.

Dari aksi kejahatan yang mereka lakukan mereka meraup keuntungan yang sudah kami hitung sekitar 5 miliar rupiah, modus yang mereka gunakan sebenarnya hampir sama dengan beberapa pelaku kejahatan cyber asal Tiongkok lainnya, pelaku yang semuanya pria ini menghubungi melalui telepon dan internet korbannya di Tiongkok.

Dengan modus korbannya dituduh terlibat kasus tertentu, seperti TPPU, penipuan, korupsi, sengketa perusahaan, sampai memenangi hadiah, sehingga korban diwajibkan memberikan uang sebagai pelicin.

Pelaku memeras, dengan cara mewajibkan membayar 1.300.000 RMB atau setara 2,6 miliar, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Setelah uang sampai ke Indonesia, oleh salah sorang pelaku berinisal HK (35) uang itu dibagi bagikan ke rekannya, ada uang untuk operasional dan akomodasi, dan kebutuhan lainya.

Dalam penangkapan ini, Polda Metro Jaya menyita 8 laptop, 52 telepon kabel, 11 kalkulator, 1 token BCA, 4 ATM Paspor BCA, 4 KTP palsu.

Pelaku dijerat pasal 28 Jo Pasal 34 UU No 1 Tahun 2008 tentang ITE atau pasal 378 KUHP jo pasal 55 tentang TPPU.

Bagi pelaku WNI yang berinisial HK akan kami proses di Indonesia, sedangkan para WN Tiongkok berinisial CMC, HWH, STS, SSK, CYH, CHT, WSC, SWC, LLC akan dideportasi untuk diproses hukum di negaranya, tutup Kabid Humas Polda Metro Jaya.