Polsek Cimanggis Amankan 4 Pemuda Diduga Telah Menganiaya Pelajar SMA di Depok

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 13 Februari 2016 11:08 WIB dengan kategori Jakarta dan sudah 1.794 kali ditampilkan




Tersangka EH,20, AH,23, AN,21, dan MF,22, dituduh memukuli Rakha Adi Pratama,17. Tidak itu saja, korban juga ditelanjangi secara beramai-ramai.

“Kejadian Minggu (7/2) malam. Keluarga korban buat laporan Senin (8/2) siang. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku ditangkap pada Jumat (12/2) dinihari di masing-masing kediamannya kawasan Cimanggis,”ujar Kapolsek Cimanggis Kompol Arlon Sitinjak, Sabtu (13/2) pagi.

Mantan Kapolsek Cikupa ini mengaku, korban dianiaya secara keji hanya karena korban tidak mengaku bahwa telah mencuri sepatu milik pelaku MF.

“Korban dituduh mencuri dua pasang sepatu milik salah seorang pelaku yang sedang main di warnet. Lantaran kesal pelaku membawa korban lalu dikerjai mencukur rambut, ditelenjangi, setelah itu menganiaya korban hingga luka,”kata Kapolsek.

Berdasarkan hasil pengakuan pelaku masing-masing ambil andil dalam melukai korban, seperti EH,memukuli muka korban dengan tangan kosong. Lalu AH memukul dua kali ke arah muka, AN menggunting rambut korban, serta MF memukul muka korban.

“Oleh pelaku korban dari warnet dibawa ke Kali Entong, disana korban dikeroyok hingga sekujur tubuh babak belur. Setelah puas dengan apa yang dilakukan pelaku, korban diantarkan pulang sama pelaku ke rumah di Inpres Kelurahan Tugu, hanya dalam keadaan mengenakan celana dalam,”ungkap Kapolsek.

Barang bukti hasil kejahatan pelaku, lanjut Kapolsek, berupa visum korban dari rumah sakit Polri Kramat Jati serta keterangan saksi.

“Petugas masih mengejar pelaku ikut serta melakukan penganiayaan terhadap korban DPO yaitu, B als H, M als S, K als Y, A als H, B als B, A, D, dan EN,”beber Kapolsek.

“Para pelaku yang telah ditangkap dikenakan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan bersama-sama menyebabkan korban terluka ancaman lima tahu penjara.”

Sementara itu, pengakuan MF merasa kesal dengan pernyataan korban yang tidak jujur.
“Korban sendiri yang mengaku telah mencuri sepatu miliknya. Namun saat dicari hingga ke rumah orang tua tiba-tiba tidak mengaku,”ujar pelaku.

Pemuda tamatan SMA ini mengatakan, selama ini di warnet telah banyak terjadi kehilangan misal HP, dan baru-baru ini sepatu.

“Korban dikenal memang tukang klepto (mencuri). Karena kesal pengakuannya berbelit-belit, temen-temen kesal yang tadi dianggap main-main malah jadi serius,”kata pemuda berbadan kurus ini.

MF mengaku tidak tahu kasusnya akan panjang seperti ini. “Kita semua sama korban kenal. Tadinya hanya bercanda sebagai temen, makannya sama temen-temen kita bawa pulang lagi ke rumahnya setelah apa yang kita lakukan,”tutupnya.