Polresta Bandara Soetta Bersama Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Mulai dari Obat Kuat, Alat Bantu Seks dan Shabu

Rabu, 17 Februari 2016 06:30 WIB
497x ditampilkan Jakarta

TANGGERANG - Direktorat Bea Cukai Dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta gagalkan penyelundupan gading gajah dan cula badak asal Zambia. Barang yang dilindungi itu dibawa dua Warga Negara Cina untuk dijual di Jakarta.


Sejumlah barang terlarang lainnya seperti narkoba, sex toys, air soft gun dan rokok juga berhasil disita dari sejumlah tersangka. Penyelundupan dilakukan sejumlah pelaku selama tiga bulan terakhir.

“Sejak Desember 2015 hingga Febuari 2016, Kami berhasil gagalkan 19 kasus penyelundupan melalui lalu lintas udara,” kata Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi, Selasa (16/2).

Barang terlarang yang disita meliputi, 4,5 kg shabu, 4 buah tengkorak kepala, 5 koli berisi gading gajah dan cula badak seberat 100 kg, satu koli sex toys, 6 koli rokok tanpa pita cukai, 2 pucuk air soft gun dan delapan koper cerutu dan rokok dengan berbagai merk senilai lebih dari Rp640 juta.

Heru Pambudi menjelaskan, terjadi penurunan tren penyeludupan barang ilegal atau barang dilindungi yang melintasi lalu lintas udara sebanyak 1,5 kali. Sebaliknya, peningkatan modus penyelundupan barang ilegal dan dilindungi terjadi melalui jalur laut.

“Polanya berpindah dari tahun 2015 ke 2016 yang tadinya melalui udara kini berpindah melalui jalur laut. Jumlahnya meningkat dua kali lipat melalui jalur laut,” terang Pambudi.

Meski menurun, diakui Pambudi, lalu lintas udara masih menjadi pilihan nomor satu pelaku penyelundupan. Faktor kecepatan menjadi alasan utama para sindikat internasional. Pihaknya pun mengaku, tidak kalah hebatnya untuk mengungkap itu.

“Buktinya Kami bisa ungkap penyelundupan methamphetamine (shabu) saat pemeriksaan di terminal kedatangan Bandara Internasional Soetta yang dibawa enam warga negara asing,” lanjut Heru.

Diketahui keenam WNA yang menyelundupkan shabu-shabu seberat 4,5 kilogram itu, datang menggunakan penerbangan China Airlines. Mereka kembali ke modus penyelundupan lama dengan menyembunyikan didalam dinding koper, menyelipkan di dalam celana dalam dan body strapping.

“Mereka kembali gunakan modus lama,” tambah Dia.

Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Rockye Harry Langie mengatakan, pihaknya juga mengamankan 174 kg shabu, 136 butir pil ekstasi dan 4 kg Ketamin selama tahun 2016 ini.

“Benar apa yang diungkapkan Pak Dirjen tadi soal modus penyelundupan yang kembali ke modus penyelundupan lama, tapi tentunya Kami tidak boleh lengah, karena biasanya mereka selalu punya modus baru yang semakin canggih untuk mengelabui Kami,”ungkap Kapolres.