Perpat Kundur Bubar

Diterbitkan oleh Zuren pada Selasa, 23 Februari 2016 08:38 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 606 kali ditampilkan

KARIMUN - Ratusan anggota dan pengurus Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Kundur yang turut serta dalam demo yang digelar di depan Kantor DPRD Karimun, Senin pagi (22/2) membuang baju organisasi tersebut, hal ini buntuk kekecewaan mereka terhadap Pengurusan Perpat Pusat yang berada di Provinsi Kepri.

 

Mereka mengaku langsung keluar dari organisasi kepemudaan itu. Keputusan tersebut diambil karena mereka mengaku telah diintimidasi oleh pengurus Perpat Provinsi Kepri.

"Saya hari ini juga dan anggota serta pengurus lainnya langsung keluar dari Perpat dan tidak usah lagi ada Perpat di Kundur, kami tetap bisa makan tanpa perpat. Kami tidak mau diintimidasi oleh Pengurus Perpat Provinsi, Yanto. Kami tak terima kalau beliau minta harus  memberitahukan aksi demo yang kami gelar di DPRD ini. Harusnya ada pemberitahuan dan ada izin. Selama ini kami buat kegiatan tidak ada lapor melapor atau izin dari Provinsi. Kok sekarang kami demo ini disuruh lapor," kata Ketua Perpat Kundur, Zulkaryanto, atau biasa disapa Yayak.

Pria yang akrab disapa Yayak itu pun menegaskan bahwa sebanyak 924 anggota Perpat se Pulau Kundur juga dinyatakan keluar dari organisasi
yang telah diikutinya bertahun-tahun. Itu dilakukan karena mereka merasa kecewa atas intimidasi yang dilakukan Perpat Provinsi Kepri.

"Tadi pun juga kami ditelepon oleh Sekjen Perpat Kabupaten Karimun, Defanan Syam menanyakan dimana posisi kami. Tidak berapa lama
setelah itu Perpat Provinsi Kepri, Yanto pun menelpon bahkan mengintimidasi kami dengan mengatakan harus ada pemberitahuan. Semua
anggota dan pengurus di Kundur sepakat tidak perlu ada Perpat lagi di kampung kami," ucapnya.

Sementara Dewan Pembina Perpat, Muhammad Asyura pun mengaku geram dengan tindakan yang dilakukan oleh Perpat Provinsi Kepri. Ia
menyebutkan selama ini Perpat Kundur tidak pernah dibesarkan oleh pengurus Provinsi.

"Selama ini kita yang membesarkan Perpat Kundur apakah ada mereka membantu kami. Yang membesarkan mereka adalah saya dan semua
kegiatan yang dibuat di Kundur adalah saya yang bantu. Kalau begini tanpa Perpat kita pun tetap bisa maju kok. Jujur saja ketika kami buat
kegiatan dan mendatangkan pengurus Perpat Provinsi dalam membuka kegiatan yang kami buat, ongkos dan penginapan mereka kami yang
bayarkan. Justru kami tidak pernah memberatkan mereka," kata Asyura dengan kesal.