Mengkritisi Presiden China, Akun Sosial Media Diblokir

Senin, 29 Februari 2016 03:35 WIB
748x ditampilkan Internasional

Otoritas China menutup akun sosial media (sosmed) milik Ren Zhiqiang setelah mengkritik Presiden Xi Jinping lewat akun tersebut. Tulisannya dalam akun tersebut dianggap sebagai pesan ilegal yang memiliki dampak buruk.

 

Kepada 30 juta pengikutnya, mantan saudagar properti itu menyerukan agar media milik pemerintah seharusnya lebih berpihak kepada masyarakat karena dibiayai dari pajak dan bukan berpihak kepada Partai Komunis yang menguasai pemerintahan. Akibatnya, seperti dilaporkan BBC, Senin (29/2/2016), akun Weibo milk Ren ditutup oleh Pengawas Internet China.

 

Presiden Xi Jinping pada awal Februari menyerukan agar media-media milik pemerintah untuk mengikuti kebijakan partai dalam setiap pemberitaan mereka. Tulisan Ren dalam akun Weibo pekan lalu justru mendapatkan kritikan dari media-media pemerintah. Pria berkacamata itu bahkan dianggap sangat anti terhadap Partai Komunis.

 

Selama ini Negeri Tirai Bambu menjadi sasaran kritik karena kebijakan internet yang sangat ketat termasuk pemblokiran situs-situs besar serta melakukan sensor terhadap unggahan. Namun, Xi berpendapat bahwa negara berhak untuk mengawasi internet.

 

Juru bicara Pengawas Internet China mengatakan pengguna internet di negarinya harus betul-betul mematuhi hukum dan dasar-dasar sosialisme. China juga akan memberlakukan undang-undang baru pada 10 Maret yang melarang perusahaan media asing untuk mendistribusikan konten secara online tanpa persetujuan pemerintahan Beijing.

 

China memang dikenal memblokir beberapa situs terkenal seperti Youtube dan Twitter dari jaringan internet mereka. Selain itu, akses terhadap situs berbahasa Inggris, BBC, juga diblokir sejak 2015.


(okz)