Ridwan Kamil Mundur, Ahok Diharapkan Tidak Jemawa

Diterbitkan oleh pada Selasa, 1 Maret 2016 08:35 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 801 kali ditampilkan

Mundurnya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai penantang Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI dianggap menguntungkan bagi calon petahana ibu kota tersebut. Pasalnya, Ridwan Kamil memiliki elektabilitas tertinggi setelah Ahok dalam Pilgub DKI 2017.

 

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menjelaskan, keuntungan yang didapatkan mantan Bupati Belitung Timur itu lantaran elektabilitasnya akan kembali naik setelah pengumuman Ridwan Kamil yang memastikan diri tidak ikut berkompetisi dalam perebutan kursi DKI 1.

 

"Karena setiap kali ada calon yang deklarasi, pasti elektabilitas Ahok sebagai gubernur petahana itu turun," kata Hendri saat berbincang dengan Okezone, Selasa (1/3/2016).

 

Namun, Hendri mengingatkan, Ahok tidak dapat langsung jemawa setelah mundurnya Ridwan Kamil.‎ Hal itu mengingat sejarah telah membuktikan Pilgub DKI kerap menyajikan kejutan.

 

"Contohnya calon incumbent Fauzi Bowo yang kalah kemarin," ucap Hendri.

 

Hendri mengimbau Ahok untuk maju lewat jalur independen yang tengah diusahakan para relawannya. Hal itu merupakan hasil survei yang telah dilakukan timnya.

 

"Hasil survei Kedai Kopi, 63 persen warga menginginkan calon Gubernur DKI lewat jalur independen. Setelah itu, publik juga menginginkan sosok pemimpin muda untuk memimpin Jakarta," ucapnya.


(okz)