Ridwan Kamil: Saya Bukan Cari Nafkah dari Posisi Wali Kota
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menegaskan dirinya bukan mencari nafkah dari posisinya sebagai wali kota. Ia mengaku hanya ingin melayani publik dan mengabdi pada tanah kelahirannya.
"Saya bukan pengangguran yang mencari nafkah jadi wali kota, tapi public service (pelayanan publik)," kata Emil, sapaan akrabnya di Balai Kota Bandung, Senin (29/2/2016).
Bagi Emil, berkarir di dunia politik adalah hal baru. Sebab sebelumnya, ia adalah seorang arsitek yang karyanya sudah teruji di berbagai negara. Bahkan ia ingin suatu saat kembali ke dunia arsitek yang dianggap memberi lebih banyak ketenangan.
Kehidupannya pun terbilang mapan sebagai seorang arsitek. Tapi setelah petualangannya ke berbagai negara dan merancang berbagai fasilitas, ia memilih pulang ke Bandung. Ia ingin mengabdi pada tanah kelahirannya.
Ia mengaku tidak pernah menyusun skenario kehidupannya dari segi karir politik. Apa yang dicapai saat ini tak lain karena takdir yang membawanya.
Emil sendiri pada akhirnya menolak maju dalam Pilgub DKI yang akan datang setelah memikirkan berbagai pertimbangan. Tapi ia tidak menutup diri jika dalam pilgub berikutnya ia kembali didukung untuk maju.
Bukan hanya dalam Pilgub DKI, ia tidak menutup pintu jika ada peluang untuk maju jadi Gubernur Jawa Barat atau Presiden sekalipun.
"Kalau di akhir-akhir (masa jabatan) ada apresiasi, intinya saya tidak akan menolak," ucap Emil.
Ia menambahkan, saat ini bukan waktu yang tepat untuk kembali membicarakan karir politiknya ke depan. Ia saat ini memilih fokus menuntaskan tugas dan janjinya untuk jadi Wali Kota Bandung selama satu periode penuh.
"Kita bicara lagi enam bulan sebelum masa jabatan saya berakhir. Kita lihat nanti," tandas Emil.
(okz)

