Sadis, Pengasuh Di Moskow Penggal Dan Pamerkan Kepala Anak Asuhnya

Kamis, 3 Maret 2016 09:00 WIB
746x ditampilkan Internasional

Gyulchekhra Bobokulova, 38, wanita yang memenggal gadis cilik dan memamerkan potongan kepala korban di luar stasiun metro Oktyabrskoe Pole, Moskow, mengaku aksinya atas perintah Tuhan.


Wanita yang berprofesi sebagai baby sitter itu memenggal anak asuhnya sendiri, Nastya M, yang baru berumur lima tahun.

Media-media Rusia, termasuk stasiun televisi pemerintah tidak menayankan berita pembunuhan secara kejam itu. Sejumlah laporan menyebut, media-rusia Rusia diperintah Kremlin tidak mempublikasikan aksi pemenggalan di Moskow itu karena dianggap tidak pantas.


Bobokulova, yang merupakan warga Uzbekistan, telah dibawa ke sidang permulaan di Moskow. Wanita yang dijuluki “pengasuh berdarah” itu telah diperiksa kejiwaannya.

Itu Tuhan yang memerintahkan,” katanya kepada wartawan saat dibawa ke pengadilan, seperti dikutip Reuters, Kamis (3/3/2016).

Wanita Pemenggal Gadis Cilik Rusia Mengaku Diperintah Tuhan

Investigator Olga Lapteva dengan nada emosional, mengatakan kepada pengadilan bahwa Bobokulova diduga melakukan “kejahatan sangat serius”.

Pengadilan menegaskan bahwa wanita itu harus ditahan setidaknya selama dua bulan untuk proses penyelidikan sampai sidang kembali digelar.

Para saksi di lokasi kejadian mengatakan, wanita itu mengenakan pakaian serba hita dan tampak gelisah saat membawa potongan kepala korban yang dia penggall. Dia mengancam meledakkan diri dan sesekali meneriakkan takbir.

Sejumlah media mengutip keterangan polisi Uzbekistan, menyatakan, tersangka telah menderita skizofrenia selama 15 tahun.