Dalam Waktu Dekat, Pegawai Yang Tidak Disiplin Akan Di Pecat
LINGGA - Dalam rangka memberikan pembelajaran untuk peningkatan disiplin kerja, maka sejalan hal itu bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai tidak tetap (PTT) Lingga, yang selama ini tutup Mata-tutup telinga tentang segala bentuk kedisiplinan,sekarang masuk kedalam daftar pemecatan. Hal ini dilihat keteledoran para pegawai tersebut, yang tidak menegakkan tanggungjawab sebagai abdi bangsa, terutama yang mengabdi untuk daerah ini, Kamis (17/3).
Dipemerintahan Lingga kali inj, tampak nya “pemecatan” terhadap PNS dan PTT, tidak main-main,dan telah melalui suatu proses dalam bentuk rapat kordinasi dengan pihak BKD Lingga,Staf Khusus,dan beberapa SKPD. Hal tersebut dinyatakan secara gamlang oleh Bupati Lingga Alias Wello dihadapan Kepala Desa,Lurah,Camat di Pagoda Dabo Singkep beberapa waktu lalu.
Bupati Lingga, Alias Wello katakan mulai sekarang pemerintahan di Kabupaten Lingga sudah harus mulai menegakkan kedisiplinan. Hal ini demi tercipta kabupaten Lingga yang lebih terkesan bekerja. Dalam hal sanksi keras, memang harus dilakukan sebagai efek jera, sebab sudah beberapa kali, sejak pemerintahan lama pegawai-pegawai tersebut sudah mendapat toleransi. Dan dalam minggu ini, daftar nama pegawai diambang pemecatan akan dikeluarkan SK pemberhentiannya.
"Kita sudah mulai dalam penegakan disiplin. Kita sudah memantau dilapangan. Kita pun nantinya tidak akan main-main dengan persoalan disiplin. Semalam (Senin 14/03) kita mengadakan rapat kordinasi dengan pihak BKD Lingga,Staf Khusus,dan beberapa SKPD dalam hal mensukseskan gerakan disiplin ini. Kita tidak main-main,dan itu sudah masuk dalam agenda saya. Insya Allah dalam minggu ini sudah tertanda-tangani dan kita akan memberikan sanksi yang keras kepada pegawai yang tidak disiplin," kata Awe.
Dikatakan untuk kapasitas daftar nama tersebut, telah tertulis 12 nama dalam bentuk pemecatan. Hal ini tidak lagi mendapat toleransi, sebab pegawai harus disiplin. Jika merasa tidak mampu dalam melaksanakan tugas hendaknya mengundurkan diri, bukan malah mencoreng nama intansi pegawai yang main-main hingga ada yang sampai 1 tahun tidak melaksanakan tanggungjawab. Selanjutnya laporan yang banyak diterima yakni dari tenaga penjangar dan tenaga kesehatan.
"Semalam itu ada 12 orang dalam bentuk pemecatan. Ini ada yang PNS dan ada juga yang PTT. Dua belas orang ini mungkin nantinya akan bertambah. Dan kita tinggal siapkan SK nya. Ini sudah resiko, karena saya pun kalau bersalah pada saat itu,saya pun pasti diambil oleh pihak berwajib. Saya pun kalau merasa tidak mampu,saya akan mengundurkan diri. Apalagi Ini ada orang (red: PNS) yang main-main sampai 1 tahun tidak masuk. Sudah di Kasi peringatan dan sebagainya.Kalau masih tidak mempan juga, seperti waktu dulu di pemerintahan sebelumnya yang masih diberi toleransi, kalau pada masa saya, akan saya katakan tidak lagi memberikan toleransi .Sekarang ini kita sudah ambil langkah tegas kita pecat," tegasnya.
Bupati Lingga ini pun menambahkan kalau ketegasan yang diambil bukan berdasarkan suka atau tidak suka, melainkan atas sebuah pembelajaran dengan penuh pertimbangan. Menurutnya jika tidak diberikan shock therapy seperti ini, kabupaten akan berat dalam menjalankan suksesnya pekembangan kedepannya. Untuk mengkaji tentang sanksi berupa pembinaan, pemerintah telah membentuk tim yakni dari SKPD dan tim pemeriksa.
"Kita boleh bergurau,kita boleh santai-santai,tetapi jangan lupakan tanggung-jawab. Karena ini yang terbaik.Ini pun bukan berdasarkan suka Atau tidak suka. Tetapi ini adalah penuh dengan pertimbangan yang tajam, namun selama ini tidak ada ketegasan. Dan semalam itu juga telah dibentuk 1 Tim lagi. Tim SKPD dan Tim pemeriksa untuk mengkaji tentang sanksi-sanksi berupa pembinaan. Saya dan Pak Nizar sudah mantap hati, kita harus lakukan ini. Dan ini dalam rangka memberikan pembelajaran untuk peningkatan disiplin kerja," lanjut Awe.

