Singkep Raih Juara Umum Pada POPDA Ke-VI Kabupaten Lingga
LINGGA - Kompetisi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VI Kabupaten Lingga yang dimulai dari tanggal 18-21 Maret 2016 di Daik Lingga telah berakhir. Dalam ajang tersebut, perolehan medali terbanyak diperoleh Kecamatan Singkep dengan mengantongi 14 emas, 6 perak, dan 4 perunggu, Senin (21/3).
Setelah Singkep urutan kedua diraih Singkep Pesisir dengan perolehan medali 10 emas, 6 perak dan 2 perunggu. Kemudian Lingga memperoleh 7 emas, 8 perak dan 7 perunggu, disusul Senayang diurutan keempat dengan 2 emas, 4 perak, dan 5 perunggu. Lingga utara medapatkan 1 emas, 2 perak dan 7 perunggu, dilanjut Lingga Timur dengan 1 emas dan 1 perunggu. Sementara Singkep Barat dengan 5 perak dan 6 perunggu, menyusul Selayar dengan 3 perak dan 3 perunggu. Dan terakhir Singkep Selatan dengan perolehan 1 perak.
Acara yang digelar selama 4 hari dibeberapa titik di Kota Daik, dengan 26 cabang yang dipertandingkan yang dihadiri 469 atlet pelajar dari 9 Kecamatan di Kabupaten Lingga ditutup langsung oleh Bupati Lingga, Alias Wello di lapangan bola Sultan Mahmud Riayatsyah.
Dalam kesempatan itu, Awe menegaskan kepada para pemenang untuk tidak terlalu membanggakan diri saat ini, sebab kompetisi akan berlanjut lagi kejenjang yang lebih sulit. Oleh karena itu, ia meminta para pemenang untuk giat berlatih selama tenggang waktu menuju provinsi.
"Kalah atau menang itu alamiah dalam pertandingan. Kepada yang juara jangan terlalu membanggakan diri, atau berpikir sok hebat. Sebab pejuang kalian masih akan berlanjut pada popda provinsi," tegas Awe.
Sementara untuk yang belum berhasil kata dia jangan berkecil hati, tetapi diharuskan juga untuk lebih giat berlatih sebab kekalahan bukan segalanya. Karena diusia yang produktif ini, peluang keberhasilan masih terbuka lebar. Untuk itu, harus mau introveksi diri agar terlihat bagian mana yang menjadi kekurangam atau pemicu ketidakberhasilan.
"Kita harus mau introveksi diri, introveksi tim yang mana yang menjadi kelemahan agar kedepannya lebih baik ," lanjutnya.
Dia berharap agar para atlet dapat terus menjunjung nilai sportifitas, tidak hanya sebatas pertandingan ini saja. Untuk itu, kenangan kemenangan dan kekalahan jangan terlalu dibesarkan sebab kenangan yang paling melekat diadakan kompetisi ini adalah nilai silaturahmi.
"Jika tidak diadakan Popda maka tidak saling kenal. Maka berbanggalah kalian bisa saling bersilaturahmi dan saling kenal baik dalam lingkup kecamatan dan dalam Popda yang baru selesai ini. Dengan harapan untuk terus dijaga, dan tidak adanya bahasa dendam bagi yang kalah," tutupnya.
