5 Kalimat yang Sebaiknya Dihindari Ortu ke Anak
Orang tua disarankan jangan hanya mengatakan sesuatu kepada anak. Mereka diminta memberikan contoh dari apa yang dikatakan. Anak-anak akan sangat mudah meniru, sehingga praktik langsung akan lebih efektif.
Jika memang Anda ingin mengarahkan anak untuk melakukan sesuatu, ada baiknya menggunakan kata yang tepat. Hindari kata atau kalimat yang tidak efektif ketika disampaikan pada anak.
Agar lebih jelas, berikut ini lima frase yang perlu orang tua hindari ketika akan mengarahkan anak melakukan sesuatu, diansir dari laman About.
Mari kita...
Ketika Anda mengatakan "Mari kita bersihkan kamar", itu artinya Anda mengajak anak membersihkan kamar bersama-sama, bukan hanya anak sendirian. Anak sangat mudah memahami maksud dari perintah kita, sehingga hindari kata kita jika memang Anda mengarahkan tanpa Anda ikut terlibat langsung.
Hindari kata "Mari kita" atau beberapa frase menggunakan kata kita agar anak tidak dibuat kebingungan dengan ketidakhadiran Anda bersama mereka ketika mengerjakan hal yang diarahkan.
Bisakah kamu...
Menggunakan kalimat "Bisakah kamu memakai sepatu sendiri?" terkadang akan dibalas oleh anak dengan jawaban " Ya, saya bisa memakai sepatu sendiri,". Dengan jawaban seperti itu, Anda dengan jelas hanya menanyakan kemampuan mereka, tidak meminta anak untuk melakukan atau mengenakan sepatu.
Pada berbagai tahapan dalam perkembangan anak, mereka dapat menjadi literal, bahkan bisa menjadi sinis. Tanggapan seperti itu bisa menjadi tidak sopan dan dapat menyebabkan argumen serta bantahan jika Anda tidak hati-hati.
... ok?
Menambahkan kata ok di akhir kalimat akan menyiratkan sebuah pertanyaan. Dengan begitu anak bisa dengan mudah membantah atau hanya sekadar menggoda untuk tidak mau melaksanakannya.
"Ayo kita bersiap pergi, ok?" bisa saja membuat anak menjawab dengan "Tidak, terima kasih Bu, aku masih punya mainan untuk bermain." Mungkin contoh tersebut seperti cara sedikit sopan untuk memberikan instruksi, tapi itu justru membuat instruksi Anda sedikit lemah.
Aku ingin kamu...
Menggunakan kalimat perintah "Aku ingin kamu" tidak akan membantu dalam kondisi tertentu. Anak-anak perlu kejelasan, sehingga Anda perlu mengatakan secara langsung apa yang perlu mereka lakukan.
Tidak baik bagi anak ketika mereka berpikir melakukan sesuatu karena orang tua menginginkannya. Anak perlu diajarkan melakukan sesuatu karena mereka memang perlu melakukanya, seperti ketika anak menaruh piring di bak cucian kotor, itu dilakukan karena memang tanggung jawab mereka, bukan keinginan orang tua.
Kamu sebaiknya...
Mengatakan "Kamu sebaiknya membersihkan kamar sekarang juga," terdengar seperti sebuah ancaman daripada perintah. Lebih baik Anda melakukan peringatan untuk membantu, bukan ancaman yang justru akan menjadi bumerang.
Lebih baik menggunakan kata jika untuk memberitahu sebuah konsekuensi bila anak tidak mematuhi perintah tersebut. Kalimat "Jika kamu tidak memasukkan sepeda ke dalam garasi, maka besok kamu tidak diizinkan mengendarainya besok," dan "Setelah kamu selesai membersihkan kamar, kamu bisa pergi bermain ke luar," akan lebih membantu Anda.

