Tenaga Medis RSUD Teluk Kuantan 'Mengemis' Demi Obat Pasien

Diterbitkan oleh pada Senin, 28 Maret 2016 13:46 WIB dengan kategori Pekanbaru dan sudah 1.722 kali ditampilkan

TELUK KUANTAN (RIAU) - Rasa prihatin yang mendalam terhadap kondisi RSUD Teluk Kuantan yang semakin parah karena tidak tersedianya obat-obatan, bahan habis pakai (BHP), laboratorium yang sering rusak dan rontgen yang rusak menyebabkan pelayanan RSUD tidak dapat dilaksanakan selama dua minggu terakhir ini.

 

 

Akibat kondisi yang sedemikian parah, sehingga membuat seluruh tenaga medis dan para perawat yang ada di RSUD Teluk Kuantan ikut merasa prihatin. Keprihatinan ini mereka tujukan dengan memberikan sumbangan berbentuk obat-obatan dan sejumlah uang. Hal ini akan dipergunakan untuk membantu orang miskin yang akan berobat di RSUD tersebut.

 

"Sampai saat ini belum ada solusi dan aksi nyata dari manajemen dan instansi terkait untuk mengatasi "krisis" ini," kata sejumlah dokter yang ditemui riauterkinicom disela-sela penggalangan dana dan obat-obatan di RSUD Teluk Kuantan, Senen(28/3/16).

 

Menurut para tenaga medis ini, ketidaktersediaan obat dan BHP ini menyebabkan terancamnya nyawa pasien dan berpotensi terjadinya malpraktek. Serta minimnya anggaran yang dialokasikan dari APBD untuk pembelian obat-obatan dan BHP yang diperberat dengan adanya miss managemen dan tidak transparansi dalam pengadaan obat-obatan, sarana dan prasarana.

 

"Sedangkan bantuan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang sudah datang sejak dua minggu lalu tidak dapat digunakan RSUD dengan alasan "birokrasi" yang berbelit," kata para dokter.

 

Aksi yang dilakukan oleh sejumlah para tenaga medis dan perawat RSUD hari ini bertujuan untuk menggalang bantuan obat-obatan dan BHP dari insan RSUD. Selain itu, untuk mengetuk dan membuka pintu hati pihak-pihak yang terkait( managemen RSUD, Dinas Kesehatan, Pemda, Gubernur, dan Kemenkes) agar segera mencari solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi RSUD Teluk Kuantan dan tidak hanya berupa retorika belaka.

 

Selanjutnya, menuntut segera mengubah status RSUD Teluk Kuantan menjadi Badan Layanan Umum Daerah(BLUD).

 

Menurut para dokter, aksi ini dimulai dengan menghentikan pelayanan RSUD sementara selama satu hari dalam rangka melakukan penggalangan bantuan obat-obatan dan BHP.

 

Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pelayanan emergensi (IGD) yang dilaksanakan dengan menggunakan obat-obatan dan BHP yang terkumpul dan dilaksanakan secara gratis selama persediaan obat-obatan masih ada, sambil menunggu adanya solusi dari managemen dan instansi terkait.***(riauterkini/dri)