Pengemis Dan Gelandangan
Berdasarkan akhir-akhir ini masih sangat sering kita lihat maraknya pengemis dan gelandanganyang berada di pinggiran jalan,seperti yang saya liat dikawasan lampu merah pamedan,didaerah pom bensin bt 7,dan diswalayan-swalayan yang berada dikawasan tanjung pinang.
Banyak dari mereka melakukan hal ini dengan cara menengadahkan tangannya,menyodorkan gelas-gelas habis pakai air mineral dan juga ada pula yang meminta-minta dengan cara melakukan tindakan-tindakan yang membuat orang saat melihat tindakannya menjadi sangat iba.
Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 Tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis menyebutkan bahwa pengemis tidak sesuai dengan norma kehidupan bangsa Indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945. Sehingga muncul usaha untuk menanggulangi hal tersebut bukan hanya dengan pencegahan timbulnya pengemis tetapi juga bertujuan untuk memberikan rehabilitasi kepada pengemis agar mampu mencapai taraf hidup,kehidupan, dan penghidupan yang layak sebagai seorang warga negara Republik Indonesia.Dalam setiap aksinya, tidak jarang ada pengemis yang melakukan beberapa strategi khusus untuk mendukung tampilan mereka. Sikap seperti ini membuat mereka seolah melakukan kamuflase di depan publik. Kamuflase menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki pengertian yaitu Keramah-tamahan yang hanya pura-pura belaka dan biasanya memendam maksud jahat. Selain itu di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia juga disebutkan bahwa kamuflase memiliki arti Perubahan bentuk, rupa, sikap, warna, dsb menjadi lain agar tidak dikenali penyamaran,pengelabuan.sehingga orang-orang yang melihatnya merasa iba dan ingin memberikan sedekah kepada mereka.
Faktor yang mendasari para informan untuk menjadi pengemis adalah uang yang dihasilkan banyak. Beberapa informan berpindah pekerjaan menjadi pengemis karena faktor uang ini. Dengan tenaga yang tidak begitu besar, mereka dapat meraup uang yang lumayan banyak jumlahnya. Hal ini tentu saja membuat orang yang dulunya mungkin bekerja dengan jam yang panjang, dengan tenaga yang terkuras tetapi tidak meghasilakan banyak rupiah. Hal ini tentu saja akan memicu mereka untuk berpindah pekerjaan.Menjadi pengemis contohnya. Upaya untuk mencari pekerjaan selain pengemis dirasa tidak perlu dilakukan oleh para informan, Hal ini dikarenakan rupiah yang dihasilkan dari pekerjaan mengemis ini masih terlalu menarik untuk ditinggalkan. Jikalau ada yang ingin berganti pekerjaan, hal tersebut akan susah karena dewasa ini pekerjaan lain mulai dari asisten rumah tangga, pegawai pabrik dan sebagainya membutuhkan ijazah sebagai syaratnya. Hal ini yang oleh sebagian besar informan tidak memilikinya. Selain ijazah, keahlian juga menjadi faktor penting untuk mendapatkan suatu pekerjaan. Apalagi jika menilik latar belakang informan yang merupakan seorang pengemis atau gelandangan atau pekerjaan serabutan lainnya, sulit bagi para penyedia lapangan kerja untuk mempercayai mereka dalam suatu pekerjaan.

