Pengamat Minta KUR Pertanian Berorientasi Ekspor Harus Didukung Subsidi
Pengamat Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengapresiasi langkah pemerintah yang memudahkan akses dana kredit berbunga rendah bagi usaha kecil menengah yang berorientasi ekspor. Namun, untuk usaha pertanian, ia meminta penyaluran kredit tersebut dibarengi subsidi ekspor.
"Karena lebih sulit untuk memulai usaha ekspor ketimbang yang sudah menjalankannya," kata dia, Selasa.
Sedangkan, porsi pengusaha tani kebanyakan masih sulit memulai ekspor karena terhambat dana yang besar serta prosedur rigid. Pengusaha tani skala kecil yang sudah mapan dan memiliki jaringan merupakan kalangan minoritas. Jadi ia khawatir penyerapan subsidi KUR berorientasi ekspor hanya bisa dirasakan oleh sebagian kecil petani saja.
Ia menerangkan, untuk menembus pasar ekspor, produk pertanian harus memenuhi sejumlah syarat dari negara tujuan, berbiaya tinggi dan survei serta verifikasi yang makan waktu. Persyaratan akan lebih tinggi lagi jika negara tujuannya adalah negara maju. "Ekspor, apalagi pangan, tidak sekadar kirim barang, biaya produksi, transportasi, selesai, tidak sesederhana itu," ujarnya. *Rol

